Rabu, 20 Februari 2019

KEMUHAMMADIYAHAN

MENGENAL MUHAMMADIYAH (BAGIAN I)

TAK TAHU MAKA TAK KENAL, TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Apakah Identitas Muhammadiyah?

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar danTajdid, bersumber pada Al-Qur`an dan As-Sunnah.
(AD. Muhammadiyah BAB II Pasal 4 Ayat 1)

Apa Asas Muhammadiyah itu?

Muhammadiyah berasas Islam.
(AD. Muhammadiyah BAB II Pasal 4 Ayat 2)

Apakah Maksud dan Tujuan Muhammadiyah?

Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggiAgama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (BAB III Pasal 6)

Jadi Muhammadiyah itu adalah:

1. Gerakan Islam
2. Gerakan Dakwah
3. Gerakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar
4. Gerakan Tajdid
5. Bersumber Al Quran dan As Sunnah

Visi Muhammadiyah itu adalah:

Terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya

Misi Muhammadiyah itu adalah:

Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam

Usaha-Usaha Muhammadiyah:

(1) Untuk mencapai maksud dan tujuan,
Muhammadiyah melaksanakan Da’wah
Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid
yang diwujudkan dalam usaha di
segalabidang kehidupan.
(2) Usaha Muhammadiyah diwujudkan
dalam bentuk amal usaha, program,
dankegiatan, yang macam dan
penyelenggaraannya diatur dalam
Anggaran RumahTangga.
(3) Penentu kebijakan dan penanggung
jawab amal usaha, program, dan kegiatan
adalah Pimpinan Muhammadiyah.
(AD. Muhammadiyah Bab III Pasal 7)

(In syaa Allah bersambung)

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb


MENGENAL MUHAMMADIYAH (BAG. II)

SYARAH IDENTITAS MUHAMMADIYAH

Beberapa catatan atau ulasan berupa penjelasan tentang "Mengenal Muhammadiyah (Bagian I)" sebagai berikut:

Berangkat dari Identitas Muhammadiyah sebagai mana tercantum dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah, dapat dijelaskan beberapa indikator Muhammadiyah sebagai berikut:

1. Gerakan Islam; sebagai organisasi gerakan 
     Islam, Muhammadiyah tentu tidak pernah 
     berhenti dan secara terus menerus  
     melakukan aktifitas dan kegiatan baik yang 
     bersifat reguler dan permanen seperti 
     pelayanan ibadah dan dakwah,  pendidikan,  
     kesehatan dan sosial, maupun kegiatan 
     yang bersifat temporer dan insidental dalam 
     menjawab berbagai persoalan keumatan 
     yang aktual dan kontemporer.

2. Gerakan Dakwah; semua aktifitas dan 
     kegiatan serta program yang dilakukan oleh 
     Muhammadiyah pada hakikatnya adalah 
     sebuah proses  rekonstruksi sosial 
     berdasarkan Al Quran dan As Sunnah 
     menuju terwujudnya masyarakat Islam yang 
     sebenar-benarnya.

3. Gerakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar; Perintah 
     untuk melakukan perbuatan ma'ruf yang 
     sudah pasti kemaslahatannya untuk pribadi 
     dan masyarakat,  dan pencegahan terhadap 
     perbuatan munkar yang sudah jelas 
     kerusakannya untuk pribadi dan masyarakat,  
     meniscayakan perlunya kekuatan yang 
     terorganisir secara rapi, karena kebenaran 
     yang tidak terorganisir secara rapi akan 
     dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir 
     secara rapi. Amar ma'ruf nahi munkar 
     haruslah dilakukan secara ma'ruf sesuai 
     dengan ketentuan hukum dan peraturan 
     yang berlaku

4. Gerakan Tajdid; makna tajdid dalam 
     Muhammadiyah terbagi dua; pertama, 
     dalam bidang aqidah dan ibadah,  tajdid 
     dimaknai tajrid yaitu pemurnian; 
     membersihkan aqidah dari segala macam 
     bentuk kemusyrikan sekecil apapun, baik 
     dalam bentuk ucapan dan perbuatan, 
     apalagi keyakinan; begitu juga dalam ibadah 
     mahdhah, memurnikan pelaksanaan ibadah 
     mahdhah dari segala macam bentuk bid'ah, 
     yaitu amalan yang tidak memiliki dalil-dalil 
     dari Al Quran dan As Sunnah; sedangkan 
     dalam bidang mu'amalah duniawiyah atau 
     dalam hal urusan segala sesuatu di luar 
     ibadah mahdhah, maka tajdid dimaknai 
     pembaharuan dalam berbagai bentuk 
     inovasi, kreasi, adopsi dan modifikasi, 
     namun tetap dalam koridor Al Quran dan As 
     Sunnah.

5. Bersumber pada Al Quran dan As Sunnah; 
    Muhammadiyah berpandangan bahwa  
    Al-Qur’an dan As-Sunnah itu harus dijadikan     
    panduan dalam menjalani hidup dan 
    kehidupan baik dalam kehidupan pribadi, 
    berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan 
    bernegara, dan menjadi sumber utama 
    dalam menyelesaikan segala persoalan 
    hidup dan kehidupan.

    Dalam menyelesaikan berbagai persoalan     
    menurut manhaj Muhammadiyah, 
    birokrasinya adalah dari atas ke bawah; 
    pertama-tama dilihat dulu dalam Al  Quran, 
    bila tidak ditemukan dalam Al Quran, 
    dilihat dalam As Sunnah, bila tidak 
    ditemukan juga baru dilakukan  ijtihad. 
    Dalam wilayah ijtihad ini,  selain dari  
    mempergunakan metode   istinbath hukum 
    yang berlaku, maka  pendapat para mujtahid 
    terdahulu dijadikan sebagai bahan  
    pertimbangan, seperti pendapat para Imam 
    Mazhab. Di Muhammadiyah, ijtihad
    dilakukan secara  jama'iy melalui Majelis 
    Tarjih.  (Insya Allah bersambung)

    Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb