Rabu, 20 Februari 2019

KEMUHAMMADIYAHAN

MENGENAL MUHAMMADIYAH (BAGIAN I)

TAK TAHU MAKA TAK KENAL, TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

Apakah Identitas Muhammadiyah?

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar danTajdid, bersumber pada Al-Qur`an dan As-Sunnah.
(AD. Muhammadiyah BAB II Pasal 4 Ayat 1)

Apa Asas Muhammadiyah itu?

Muhammadiyah berasas Islam.
(AD. Muhammadiyah BAB II Pasal 4 Ayat 2)

Apakah Maksud dan Tujuan Muhammadiyah?

Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggiAgama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (BAB III Pasal 6)

Jadi Muhammadiyah itu adalah:

1. Gerakan Islam
2. Gerakan Dakwah
3. Gerakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar
4. Gerakan Tajdid
5. Bersumber Al Quran dan As Sunnah

Visi Muhammadiyah itu adalah:

Terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya

Misi Muhammadiyah itu adalah:

Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam

Usaha-Usaha Muhammadiyah:

(1) Untuk mencapai maksud dan tujuan,
Muhammadiyah melaksanakan Da’wah
Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid
yang diwujudkan dalam usaha di
segalabidang kehidupan.
(2) Usaha Muhammadiyah diwujudkan
dalam bentuk amal usaha, program,
dankegiatan, yang macam dan
penyelenggaraannya diatur dalam
Anggaran RumahTangga.
(3) Penentu kebijakan dan penanggung
jawab amal usaha, program, dan kegiatan
adalah Pimpinan Muhammadiyah.
(AD. Muhammadiyah Bab III Pasal 7)

(In syaa Allah bersambung)

Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb


MENGENAL MUHAMMADIYAH (BAG. II)

SYARAH IDENTITAS MUHAMMADIYAH

Beberapa catatan atau ulasan berupa penjelasan tentang "Mengenal Muhammadiyah (Bagian I)" sebagai berikut:

Berangkat dari Identitas Muhammadiyah sebagai mana tercantum dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah, dapat dijelaskan beberapa indikator Muhammadiyah sebagai berikut:

1. Gerakan Islam; sebagai organisasi gerakan 
     Islam, Muhammadiyah tentu tidak pernah 
     berhenti dan secara terus menerus  
     melakukan aktifitas dan kegiatan baik yang 
     bersifat reguler dan permanen seperti 
     pelayanan ibadah dan dakwah,  pendidikan,  
     kesehatan dan sosial, maupun kegiatan 
     yang bersifat temporer dan insidental dalam 
     menjawab berbagai persoalan keumatan 
     yang aktual dan kontemporer.

2. Gerakan Dakwah; semua aktifitas dan 
     kegiatan serta program yang dilakukan oleh 
     Muhammadiyah pada hakikatnya adalah 
     sebuah proses  rekonstruksi sosial 
     berdasarkan Al Quran dan As Sunnah 
     menuju terwujudnya masyarakat Islam yang 
     sebenar-benarnya.

3. Gerakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar; Perintah 
     untuk melakukan perbuatan ma'ruf yang 
     sudah pasti kemaslahatannya untuk pribadi 
     dan masyarakat,  dan pencegahan terhadap 
     perbuatan munkar yang sudah jelas 
     kerusakannya untuk pribadi dan masyarakat,  
     meniscayakan perlunya kekuatan yang 
     terorganisir secara rapi, karena kebenaran 
     yang tidak terorganisir secara rapi akan 
     dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir 
     secara rapi. Amar ma'ruf nahi munkar 
     haruslah dilakukan secara ma'ruf sesuai 
     dengan ketentuan hukum dan peraturan 
     yang berlaku

4. Gerakan Tajdid; makna tajdid dalam 
     Muhammadiyah terbagi dua; pertama, 
     dalam bidang aqidah dan ibadah,  tajdid 
     dimaknai tajrid yaitu pemurnian; 
     membersihkan aqidah dari segala macam 
     bentuk kemusyrikan sekecil apapun, baik 
     dalam bentuk ucapan dan perbuatan, 
     apalagi keyakinan; begitu juga dalam ibadah 
     mahdhah, memurnikan pelaksanaan ibadah 
     mahdhah dari segala macam bentuk bid'ah, 
     yaitu amalan yang tidak memiliki dalil-dalil 
     dari Al Quran dan As Sunnah; sedangkan 
     dalam bidang mu'amalah duniawiyah atau 
     dalam hal urusan segala sesuatu di luar 
     ibadah mahdhah, maka tajdid dimaknai 
     pembaharuan dalam berbagai bentuk 
     inovasi, kreasi, adopsi dan modifikasi, 
     namun tetap dalam koridor Al Quran dan As 
     Sunnah.

5. Bersumber pada Al Quran dan As Sunnah; 
    Muhammadiyah berpandangan bahwa  
    Al-Qur’an dan As-Sunnah itu harus dijadikan     
    panduan dalam menjalani hidup dan 
    kehidupan baik dalam kehidupan pribadi, 
    berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan 
    bernegara, dan menjadi sumber utama 
    dalam menyelesaikan segala persoalan 
    hidup dan kehidupan.

    Dalam menyelesaikan berbagai persoalan     
    menurut manhaj Muhammadiyah, 
    birokrasinya adalah dari atas ke bawah; 
    pertama-tama dilihat dulu dalam Al  Quran, 
    bila tidak ditemukan dalam Al Quran, 
    dilihat dalam As Sunnah, bila tidak 
    ditemukan juga baru dilakukan  ijtihad. 
    Dalam wilayah ijtihad ini,  selain dari  
    mempergunakan metode   istinbath hukum 
    yang berlaku, maka  pendapat para mujtahid 
    terdahulu dijadikan sebagai bahan  
    pertimbangan, seperti pendapat para Imam 
    Mazhab. Di Muhammadiyah, ijtihad
    dilakukan secara  jama'iy melalui Majelis 
    Tarjih.  (Insya Allah bersambung)

    Nashrun Minallahi Wafathun Qarieb

Selasa, 02 Mei 2017

INDAHNYA NIKAH

QS. 2: 187
Adakah yang lebih indah dari rasa kasih sayang diantara kedua insan yang berlainan jenis dalam sebuah ikatan pernikahan? 
Ia adalah sebuah mitsaqan ghalidza (perjanjian yang kuat), karenanya yang haram menjadi halal, 
maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan pun menjadi sebuah tanggung jawab. 

Dua hati yang berserakan akhirnya bertautan hanya karena ridha Allah semata.

Keindahan cinta dalam sebuah mahligai pernikahan adalah harapan penghuninya.

Cinta akan membuat seseorang lebih mengutamakan yang dicintainya, sehingga seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu akan mengutamakan perlindungan dan pemberian nafkah kepada istri tercinta.

Sungguh teramat indah Al Qur'an melukiskannya, "Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (QS. 2: 187)

Senin, 01 Mei 2017

JAHILIYAH MASA KINI

  
QS.8; al~Anfaal : 22
Sesungguhnya sejelek~jelek binatang dihadapan Allah ialah manusia yang tuli dan bisu yang tidak mau memanfaatkan akalnya (QS.8; al~Anfaal : 22).
menurut bahasa jahiliyah berarti kebodohan. Tetapi dalam makna yang luas jahiliah itu dipakaikan keoada Orang yang otaknya telah terbelenggu oleh kegelapan hati dan kebekuan pikiran yang selalu Ingin bertahan dengan tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang, walaupun nyata~nyata kebiasaan itu berseberangan dengan kebenaran.
Jahiliyah juga ditujukan Kepada Orang yang menghalalkan segala cara demi memenuhi keinginan hawa nafsunya yang membutakan hati dan berujung dengan kesesatan yang melampaui batas.
Jahiliyah menjelma sebagai penyakit yang menjangkiti keyakinan dalam bentuk mengkultuskan orang~orang suci, mengkeramatkan benda~benda sakti, dan memuja tempat~tempat keramat. Di mana semua itu menjurus Kepada kemusyrikan yang dosa~dosanya tidak akan diampuni oleh Allah.
di zaman modern sekarang ini jahiliyah menyusup ke dalam dada penguasa yang mengikuti jejak Fur'aun dalam kesewenang~ wenangan dan penyalah gunaan kekuasaan. Atau jejak Haman yang sangat lihai melakukan pencitraan dalam sisten pemerintahan. Atau mengikuti jejak Qarun dengan sistem ekonomi yang memperlebar jarak antara si kaya dan si miskin, atau jejak ummat nabi Luth yang tanpa rasa bersalah memasyarakatkan LGBT.

SELAMAT IDUL ADHA 1437 H / 2016 M


QS. 3; Ali Imran ayat 96-97
Gema takbir dengan semarak berkumandang
Kita lantunkan dengan khusyu’ yang riang
Jutaan manusia mmemenuhi panggilan Rab-nya
Berebut syorga indah yang menjadi imbalannya
Kita rayakan isul adha dengan hati bersih dan indah
Dengan harapan semoga do’a-do’a kita dapat diijabah
Dengan Qurban kita lestarikan semangat berbagi.
semoga melahirkan damai di dalam hati 
Menuju damai di seluruh belahan bumi.
Semoga Iman kita dipenuhi oleh kesabaran
setegar Ismail yang jadi simbol sembelihan
Setulus Ibrahim yang penuh dengan kerelaan
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. 3; Ali Imran ayat 96-97).
TERNYATA TERTIPU

Sekarang yang dikira keren itu kalo bisa melafazkan hermes, chanel atau louis vuitton dengan benar...tapi ternyata apalah artinya saat gak bisa bedain lafadz huruf hijaiyah da, dza, ta, tsa, juga sya, sho... apalagi sampai usia segini belum bisa ngaji tartil...

Sekarang yang dikira keren itu kalo bisa naik pesawat melancong keluar negeri lalu foto-foto di berbagai negara...tapi ternyata apalah artinya saat gak pernah mengunjungi Baitullaah...sedang usia terus habis tak bisa dikembalikan...

Sekarang yang dikira keren itu kalo anak masih kecil bisa bahasa Inggris ..fasih nyanyiin lagu barat... sehari-hari tinggal di indonesia tapi pake bahasa Inggris campur Indonesia .... tapi apalah artinya saat ditanya siapa penciptanya kelak di alam kubur bahkan gak bisa menyebut nama Allah dengan benar dan lantang...untuk berdoa sehari-hari, asing bagi anak seolah gak pernah hidup untuk ibadah... Yang keren itu bisa bahasa luar tapi bisa ngaji, hapal doa dan  terjemahin dalam bahasa Inggris.. Biar gak kalah sama 'mereka'

Sekarang yang dikira keren itu kalo suami istri matching kemana-mana serasi...dandanan maksimal... tapi ternyata apalah artinya jika gak jadi partner dalam perkara akhirat..tidak saling tolong menolong dan menasehati dalam agama... lebih mentingin penampilan dibanding hakikat suami istri yang ssungguhnya...

Sekarang yang dikira keren itu kalau rumah bagus.. ada rancangan arsitek yang kekinian..dengan biaya pembangunan yang mahal padahal mubazir....sebab penghuninya hanya sedikit dan jarang di rumah...apalagi jika di dalamnya tidak pernah dijadikan tempat ibadah dan jarang dibacakan ayat-ayat Allah...lagi pula rumah mewah itu tak akan pernah dibawa mati.....

Sekarang yang dikira keren itu kalau tahu etika tablemanner ...makan steak dengan pisau di kanan dan garpu di tangan kiri... tapi ternyata makan ala Islami tidak mengajarkan demikian...makanlah dengan tangan kanan karena makan dengan tangan kiri adalah meniru makannya syetan..

Sekarang yang dikira keren itu kalo weekend jalan-jalan dengan keluarga ke mall atau tempat rekreasi lainnya.. harmonis...tapi akankah berkumpul kelak di akherat jika suami hanya mengajak
istri dan keluarga pada hal-hal keduniaan... lupa pada hakekat hidup yang sebenarnya...suami bahkan tidak tahu jika selama ini istrinya belum tahu cara wudhu yang benar..

Sekarang yang dikira keren itu yang sekolahnya tinggi dengan gelar seabreg ... tapi ternyata  hal tersebut justru menjerumuskan yang bersangkutan pada  keburukan dan kecacatan akidah... apalah artinya pengorbanan uang, tenaga, waktu jika yang didapat tidak dapat
mnyelamatkan dari azab Allah...malah dengan
akal pemberian Allah itu perintah-Nya diputar balik menjadi sesuai dengan hawa nafsunya sendiri...

Sekarang yang dikira keren itu...
Ah banyak lagi deh...
tapi semua ternyata gak ada artinya jika tidak sejalan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya. Apalagi jika jelas-jelas bertentangan...

Ah ternyata ....
Dunia ini menipu...
Dunia ini senda gurau belaka..

Segeralah menyerah pada Rabbmu...
Sebelum kau tertipu lebih banyak lagi...

By. Satria hadi lubis

UNTAIAN HIKMAH IBADAH HAJI II (dua)

WUQUF DI ARAFAH

Ya Allah. Tuhan yang maha indah. tiada rasanya yang lebih indah dari hati yang tergugah, membuat cinta merekah, saat berkumpul di Arafah, sambil memandang Jabal rahmah, berangkat ke Muzdalifah, dan bermalam di Mina, lalu melontar tiga Jumrah. Kemudiat tawaf keliling ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, berada di rumah Allah, pipipun basah karena air mata tercurah.
Arafah sejak dahulu dikenal sebagai tempat beribadah para nabi. Dan Allah menetapkannya sebagai tempat wuquf yang menjadi rukun utama bagi ummat Islam yang melaksanakan ibadah haji, dan itulah membedakannya dengan ibadah umrah. Pada saat wuquf itulah Allah memberikan kesempatan kepada para tamu yang telah memenuhi undangannya untuk memohan ampunan sekaligus memanjatkan do’a yang tentu saja pasti akan dikabulkan-Nya. Sebagaimana Rasulullah telah bersaba:’Do’a yang paling afdhal adalah do’a orang yang sedang wuquf di Arafah,sementara paling afdhal bacaan yang dibaca oleh para nabi sebelum aku yang dibaca pada siang hari arafah adalah,”Tidak ada Tuhan selain Allah, Dialah Tuhan satu-satunya, Dia tidak bersekutu, hanya milik-Nyalah kerajaan, dan hanya milik-Nya segala pujian, Dia yang Menghidupkan, Dia pula yang Mematikan, Dia Maha Hidup dan tidak akan mati, ditangan-Nya segala kebaikan, Dan Dia atas segala sesuatu Maha Mampu.”
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, bahwa Nabi SAW. bersabda: ”Sesungguhnya do’a yang sering Aku dan para nabi membacanya pada siang hari Arafah adalah,: Tidak ada Tuhan selain Allah. Dialah Tuhan satu-satunya, Dia tidak bersekutu, hanya milik-Nyalah kerajaan, dan hanya milik-Nya segala pujian, Dia yang Menghidupkan, Dia pula yang Mematikan, Dan Dia atas segala sesuatu Maha Mampu, Ya Allah jadikanlah cahaya di hatiku, jadikanlah cahaya di pendengaranku, jadikanlah cahaya di penglihatanku, Ya Allah lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan dan keraguan hati, dan dari keburukan urusan dan fithnah kubur. Ya Allah, sesungguhnya Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa oleh malam dan dihembuskan oleh angin.”

Dan ketika berjalan menuju arafah disunnahkan membaca do’a:”Ya Allah, kepada-Mulah aku menghadap, hanya kepada-Mulah aku bertawakkal, hanya Engkaulah yang aku inginkan, ampunilah dosa-dosaku, jadikanlah ibadah hajiku haji yang mabrur, kasihilah aku dan jangan Engkau kecewakan, berkahilah perjalananku, tunaikanlah di Arafah kebutuhanku, sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu Maha Mampu.”

Ketika wuquf di Arafah, terasalah betapa kecilnya diri kita berhadapan dengan kemaha besaran Allah maka lidahpun tidak putus-putusnya berzikir dengan tasbih, takbir tahlil dan tahmid. Kitapun akan tercenung karena seolah-olah kita berada di Padang mahsyar yang dihadiri oleh lautan manusia yang diperlakukan sama dan tidak membedakan warna kulit dan tutur bahasa, dan tidak melihat bentuk tubuh dan penampilan , yang paling berbahagia ketika itu adalah orang yang datang dengan jiwa taqwa, yang dengan hati yang suci membawa amal shaleh yang sempat dilakukan di dunia. Pada waktu itu manusia tidak perduli lagi dengan anak dan isteri, dan tidak mau tahu dengan karib dan kerabat Sanak dan saudarapun tak bisa membantu, pangkat dan jabatan tak dapat menyelamatkan, harta dan benda sudah jauh ditinggalkan, badan yang kuat malah menjadi beban.
Pada saat itu kita dibangkit dari kubur, mizan ditegakkan, hisab dilakukan, shiratal mustaqim dibentangkan, Dan setiap manusia akan menerima putusan yang tidak dapat diganggu gugat, kalau tidak jadi penghuni surga tentu akan menjadi penghuni neraka.
Nanti di padang mahsyar, pengadilan akan digelar, banyak manusia yang tergelepar, dibawah panas terik membakar, karena dosa yang pernah disebar manusia akan berjalan tertatih tatih, melangkah terseok-seok dengan nafas yang tersengal sengal, karena memikul beban dosa, menjerit terbirit birit, kerena semua serba sulit, melolonglolong mita tolong, tak ada yang boleh menolong, mendayu-dayu merayu, bagai disayat sembilu, tak ada yang mau tahu. Sanak dan saudara yang diharapkan membantu, malah mencelakakan, pangkat dan jabatan yang diharapkan menyelamatkan, malah membinasakan harta dan benda sudah jauh ditinggalkan, badan yang kuat malah menjadi beban yang menyengsarakan. Maka terbuktilah ketika itu bahwa kesenangan dunia menipu, siangnya penuh mainan dan sandiwara, malamnya melalaikan, keindahan dan hiasannya bagai mimpi belaka, yang terasa amat sebentar ketika kita sudah melewatinya.

KELUARGA SHALEH

QS. 46; al-Ahqaaf ayat 15
"Kelak di akhirat nanti, ada banyak orang tua yang mendapat tempat sangat istimewa di surga, berkat do'a dan istighfar anak-anaknya yang shaleh".(HR. Ahmad) 

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan anak anak kami sebagai penyenang hati. Dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa".(QS. 25; al-Furqaan ayat 74)

"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya. Ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah pula. Dan masa mengandung dan menyusukannya 
Adalah tiga puluh bulan. Hingga apa bila ia telah mencapai usia dewasa dan sampai berumur empat puluh tahun, maka sepantasnyalah dia berdo'a, "Ya Tuhanku, jadikan aku orang yang mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku. Jadikan aku orang yang mengerjakan keshalehan yang Engkau redhai. Jadikan aku orang yang membaikkan keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-mu. Dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri kepada-mu".(QS. 46; al-Ahqaaf ayat 15)



MU'JIZAT AL-MAIDAH PADA AKSI DAMAI 212

QS. 5; AL-Maidah ayat 112 dan 114
Melimpah ruahnya makanan dan minuman yang tersedia secara gratis dari berbagai pihak, termasuk dari para pedagang asongan yang hanya mau dibayar dengan do'a saja, bagi para peserta aksi damai 212 di Monas yang dihadiri lebih dari tujuh jutaan muslim yang bertema mengetuk pintu langit Mengingatkan kita kepada mu'jizat al-Maaidah, hidangan dari langit sebagai Pengabulan do'a mereka sehingga hari itu menjadi hari raya besar sepanjang sejarah. 

Kata al-Maaidah yang menjadi nama bagi surat kelima di dalam al-Qur'an ini berarti hidangan, kata ini terdapat dalam ayat 112 dan 114 dalam mengisahkan mu'jizat yang diberikan kepada kaum hawary (pengikut Setia nabi Isa AS) yang demi untuk meneguhkan keyakinan mereka terhadap kemahakuasaan Allah, mereka bermohon kepada Allah melalui perantaraan nabi mereka agar kepada mereka diturunkan makanan siap saji dari langit dimana mereka akan menjadikan hari tersebut sebagai hari Raya bagi mereka. 

Kisah mereka ini diabadikan oleh Allah dalam ayat 112-115 dari surat 5;al-Maaidah yang artinya:" Dan ingatlah ketika pengikut-pengikut Setia nabi Isa As berkata, "Wahai Isa Putra Maryam, Apakah Tuhanmu sanggup untuk menurunkan kepada kami hidangan dari langit?". Nabi Isa menjawab; "Takutlah kamu kepada Allah jika kamu benar-benar beriman". Mereka menjawab pula; "Kami menginginkan memakan darinya dan supaya hati kami menjadi tenang. Dan kami jadi mengetahui sungguh engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami akan menjadi orang yang menyaksikan peristiwa ini. Lalu nabi Isa Putra Maryampun berdo'a, "Ya Allah ya Tuhan kami, Turunkanlah kepada kami hidangan dari langit, yang akan menjadi hari raya bagi generasi yang awal bagi kami dan generasi yang datang kemudian dari kami, dan sebagai tanda kekuasaan dari Engkau, dan berilah rezki kepada kami, karena Engkau adalah sebaik-baik pemberi rezki". Allah berfirman sebagai jawaban dari do'a mereka, "Sesungguhnya Aku menurunkan hidangan itu kepada kalian. Tetapi barang siapa yang kafir sesudah mendapat mu'jizat ini, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang belum pernah Aku timpakan kepada seorangpun di alam semesta ini".

Alangkah TOLERANSINYA Islam terhadap ummat Nashrani, ummat Islam yang meyakini kisah yang dialami oleh nabi isa AS dan para pengikut setianya. Keyakinan sebagai fondasi imsn yang kokoh, bahwa umnat Islam wajib meyakini Nabi Isa sebagai utusan Allah dan meyakini Injil sebagai kitab suci yang diturunkan oleh Allah. Tanpa keyakinan itu, maka Allah tidak mengakui iman kita. 

Tentu saja keyakinan yang dimaksud adalah yang sesuai dengan kebenaran yang diperintahkan oleh Allah. Dalam arti masih asli sesuai dengan yang diturunkan. Adapun yang sudah dirobah, ditambah atau dikurang oleh tangan dan mulut manusia, walaupun manusia itu adalah pemuka agama, seperti menganggap Isa adalah anak Allah, tentu saja kita tidak boleh ikut-ikutan untuk membenarkannya, karena tidak seperti itu yang diperintahkan oleh Allah, dan menjadi tugas kita untuk menyadarkan mereka agar terbuka hati mereka kembali kepada kebenaran yang asli, bahwa kita adalah ummat yang satu, ummat yang mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada satupun yang menyerupai-Nya. 

Berbahagialah sebagai ummat Islam yang dipersenjatai okeh Allah dengan senjata do'a. Apapun boleh kita minta, asal dengan penuh keyakinan dan untuk memantapkan keyakinan, bahkan walaupun yang kita minta itu sesuatu yang tidak masuk akal sekalipun. Seperti do'a dalam surat al-maidah dua atas, meminta hidangan dari langit untuk membuktikan bahwa Allah maha berkuasa atas segala sesuatu, tanpa ada batasnya, karena kalau Allah yang menghendaki atau merestui sesuatu, hanya dengan kata KUN saja maka terjadilah yang dikehendakinya itu. 

Banyak orang bertanya bagaimana cara mengumpulkan tujuh juta lebih pada waktu yang sama, bahkan cendrung dipersulit dengan berbagai cara, tentu saja jawabannya karena Allah yang menghendaki dan merestui orang orang yang membela kehormatan kitab sucinya yang telah dinista oleh seseorang yang merasa dirinya kuat dan dibeking pula oleh orang yang merasa kuat dan merasa punya banyak harta. 

Allahu Akbar banyak sekali tanda kekuasaan Allah yang mengharukan pada aksi damai 212 yang mengisyaratkan bahwa Allah membersamai perjuangan menegakkan dan meninggikan kalimat-Nya. Semoga ini adalah tanda bangkitnya ummat Islam melalui Indonesia yang penduduk muslimnya terbanyak di seluruh Negara yang ada didunia. Berkibarkah benderaku, bendera Islam di seluruh penjuru dunia. Sudah saatnya kita membuktikan bahwa Islam adalah rahmatan lil'aalamiin.

TETAP SEMANGAT

QS. 29; al-Ankabuut ayat 69

Sahabat hati!!!
Tetaplah semangat di Medan bakti
Hidup adalah hamparan ujian dan cobaan
Dan perjuangan menjadi suatu keharusan
Yang jelas Allah tidak pernah membebani manusia di luar kesanggupannya.
Dan yang pasti selemah apapun atau sekuat apapun manusia hidupnya pasti berakhir dengan kematian
Detik-detik yang kita lalui pasti dicatat oleh para malaikat sebagai kebaikan atau kejahatan
Hindarilah hal-hal yang tidak berguna niscaya engkau akan selamat.
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, pasti akan kami kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik". (QS. 29; al-Ankabuut ayat 69)