QS. 27; an-Naml ayat 19
Jika hati selalu berniat baik, Allah akan mempertemukannya dengan hal-hal yang
baik, tempat-tempat yang baik, orang-orang yang baik, dan kesempatan berbuat
baik.
Beramal baik menimbulkan cahaya di hati, keceriaan di wajah, kekuatan di badan,
keluasan dalam rezki dan Cinta di qalbu sesama.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya keshalehan menjadi sempurna.
Nabi Sulaiman AS memohon kepada Allah agar diberikan kemampuan untuk mensyukuri
nikmat Allah yang Allah karuniakan bukan hanya kepada dirinya saja, melainkan
juga nikmat yang Allah karuniakan kepada kedua orang tuanya, karena orang tua
itu menjadi washilah (perantara) bagi nikmat yang dirasakan oleh sang anak.
Lalu nabi Sulaiman AS memohon agar mampu beramal shaleh yang diredhai Allah.
Betapa agungnya do'a ini yang mengandung keinsyafan bahwa kita hanya mampu
beramal shaleh jika Allah menolong, membimbing dan memberikan kekuatan. Tak
cukup hanya beramal shaleh tetapi haruslah amal shaleh yang diridhai Allah.
Bahkan nabi Sulaiman AS menenegaskan permohonannya agar termasuk kedalam
golongan para shalihin, seolah-olah dia meminta dengan penuh kerendahan hati,
"Masukkanlah aku ke dalam himpunan orang-orang yang shalih, meski aku tak
pantas, meski aku tak mampu beramal shaleh seshaleh ibadah mereka".
Inilah do'a nabi Ibrahim yang diabadikan Allah dalam Al-Qur'an surat 27;
an-Naml ayat 19 yang Artinya:"Duhai
Rabbi, karuniai aku ilham untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku, juga kepada kedua orang tuaku. Dan agar aku mampu beramal
shaleh yabg Engkau redhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar