Senin, 01 Mei 2017

NIKMAT KESHALEHAN

QS. 27; an-Naml ayat 19
Jika hati selalu berniat baik, Allah akan mempertemukannya dengan hal-hal yang baik, tempat-tempat yang baik, orang-orang yang baik, dan kesempatan berbuat baik. 

Beramal baik menimbulkan cahaya di hati, keceriaan di wajah, kekuatan di badan, keluasan dalam rezki dan Cinta di qalbu sesama. 

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya keshalehan menjadi sempurna. 

Nabi Sulaiman AS memohon kepada Allah agar diberikan kemampuan untuk mensyukuri nikmat Allah yang Allah karuniakan bukan hanya kepada dirinya saja, melainkan juga nikmat yang Allah karuniakan kepada kedua orang tuanya, karena orang tua itu menjadi washilah (perantara) bagi nikmat yang dirasakan oleh sang anak. 

Lalu nabi Sulaiman AS memohon agar mampu beramal shaleh yang diredhai Allah. Betapa agungnya do'a ini yang mengandung keinsyafan bahwa kita hanya mampu beramal shaleh jika Allah menolong, membimbing dan memberikan kekuatan. Tak cukup hanya beramal shaleh tetapi haruslah amal shaleh yang diridhai Allah. 

Bahkan nabi Sulaiman AS menenegaskan permohonannya agar termasuk kedalam golongan para shalihin, seolah-olah dia meminta dengan penuh kerendahan hati, "Masukkanlah aku ke dalam himpunan orang-orang yang shalih, meski aku tak pantas, meski aku tak mampu beramal shaleh seshaleh ibadah mereka". 

Inilah do'a nabi Ibrahim yang diabadikan Allah dalam Al-Qur'an surat 27; an-Naml ayat 19 yang  Artinya:"Duhai Rabbi, karuniai aku ilham untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, juga kepada kedua orang tuaku. Dan agar aku mampu beramal shaleh yabg Engkau redhai. Dan masukkanlah aku dengan rahmat-mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh".



Tidak ada komentar:

Posting Komentar