Sabtu, 29 April 2017

BERTAQWA ATAU DURHAKA?

QS. 7; al-A’raaf ayat 96-99
Bismillaahirrahmaanirrahiim,
Assalaamu ‘alaikum Warahmatullaahi wabarakaatuh
Sungguh Allah maha mencipta, maha mengatur dan maha luas karunia-Nya
Tak pernah keliru, tak pernah aniaya, dan selalu menepati janji-janji-Nya.
Dia punya berjuta cara untuk mengantarkan rizki yang telah ditetapkan-Nya
Dia mendatangkan karunia dari arah manapun yang Ia suka dan dalam bentuk apapun yang dikehendaki-Nya.

“Wahai keturunan Adam”, Allah mengumumkan dalam hadis Qudsi,”Beribadahlah kepada-Ku sepenuhnya, niscaya akan kupenuhi hati kalian dengan kekayaan dan kupenuhi kedua tangan kalian dengan rezki. Wahai keturunan Adam, jangan menjauh dari-Ku, yang menyebabkan aku penuhi hati kalian dengan kefaqiran  dan Aku penuhi kedua tangan kalian dengan kesibukan’.

Hadis di atas membawa pesan bahwa orang yang beribadah kepada Allah akan dikayakan hatinya yang merasa cukup dan rela terhadap apa yang ada di dalam genggaman meskipun seadanya,  ia tidak akan disentuh oleh kemiskinan  dan tidak akan bangkrut selama-lamanya.
Sebaliknya orang yang menjauh dari Allah , tak ada sesuatupun yang bisa membuat dia merasa cukup karena terasa kurang dari yang diharapkan, dan akan selalu dipenuhi oleh kesibukan untuk memenuhi kebutuhan hawa nafsunya yang tidak pernah merasa puas.

Allah berfirman dalam surat 7; al-A’raaf ayat 96-99 yang artinya:” Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?
 Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?
 Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar