Sabtu, 29 April 2017

SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENGADAKAN KETENTUAN BAGI TIAP-TIAP SESUATU

QS. 67; ath-Thalaaq ayat 2 dan 3
“...Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. 67; ath-Thalaaq ayat 2 dan 3).

Taqwa dan tawakkal memiliki sebuah rahasia yang unik dan indah serta tujuan yang mulia.  Apa bila seorang telah bertaqwa kepada Allah , maka ia tidak akan pernah menganggap pertolongan Allah lambat dan tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah serta akan selalu merasa tidak pernah terjauh dari kurnia Allah. Dia juga akan merasa yakin bahwa Allah pasti memberi jalan keluar dari seriap kesulitan yang dihadapinya. Dengan jiwa tawakkal seorang meyakini bahwa Allah menjadi jaminan bahwa semua urusannya akan disampaikan oleh Allah.

Namun semua ketentuan Allah itu tidak bisa dilepaskan dari waktu yang diinginkan oleh Allah. Karena segala sesuatu di sisi Allah ada ketentuan yang telah digariskan. Maka tidak ada kewajiban bagi seorang pekerja kecuali  terus bekerja hingga datang waktu menerima upah atau pahala.  Dan tidak ada kewajiban dari orang yang berdo’a kecuali terud berdo’a hingga ia mendapatkan apa yang diinginkannya, dan tidak boleh mengatakan  aku telah berdo’a dan berdo’a namun tidak pernah dikabulkan. Sebaliknya ia harus merasa tenteram bahwa dia telah berdo’a  dan bersabar menunggu sesuatu yang akan diberikan oleh Allah kepadanya,  dan merasa tenang dengan Kemuliaan, kepemurahan, keluasan rahmat dan kesempurnaan kekuasaan-Nya, dan tidak pernah mengingkari janji-janji-Nya.

Allah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu yang memiliki zamannya sendiri yang tidak akan mungkin dilanggar, jika datang waktu yang telah ditentukan bagi sesuatu maka dia akan berlaku dan tidak mungkin akan dimajukan atau dimundurkan. Ujian dan cobaan memiliki waktu yang tertentu  dan setelah itu ia akan berlalu. Penyakit hanya dalam hitungan hari  dan setelah itu ia akan tersingkap sebuh. Dan kesedihan itu ada saat-saatnya dan setelah itu akan muncul kebahagiaan yang menyusulnya.

Oleh karena itu jangan terburu-buru untuk mendapatkan yang diinginkan dan jangan tergesa-gesa menyingkirkan sesauatu yang tidak diinginkan, sebab keputusan tidak berada di tangan anda, melainkan berada di tangan yang telah mengadakan ketentuan bagi tiap=tiap sesuatu.

Keyakinan akan adanya ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu, akan benar-benar menjadi hiburan bagi orang-orang yang dilanda musibah atau bencana karena ia percaya akan adanya waktu berakhirnya ujian dan cobaan itu. Dan angan-angan untuk hilangnya musibah sebelumwaktunya adalah suatu tindakan yang mustahil yang hanya berdasarkan was-was semata. Cara terbaik yang harus dilakukan  untuk keluar dari musibah adalah dengan berdo’a dan berusaha dengan ikhlas, bersabar dan bertakwa, bertawakkal dan bertobat serta menyerahkan semua perkara kepada yang maha berkuasa untuk menentukan segala sesuatu.

Pohon-pohon tidak akan mendatangkan buah sebelum waktunya, matahari tidak akan terbit sebelum waktunya. Seorang bayi tidak akan lahir ke dunia sebelum waktunya.  Semuanya telah ditentukan oleh Allah  yang maha menentukan. Yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Naha suci Dia yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala sesuatu dan kep-ada=Nyalah segala sesuatu akan dikembalikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar