QS. 67;
ath-Thalaaq ayat 2 dan 3
“...Barangsiapa
yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan
memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. 67; ath-Thalaaq
ayat 2 dan 3).
Taqwa dan
tawakkal memiliki sebuah rahasia yang unik dan indah serta tujuan yang
mulia. Apa bila seorang telah bertaqwa
kepada Allah , maka ia tidak akan pernah menganggap pertolongan Allah lambat
dan tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah serta akan selalu merasa tidak
pernah terjauh dari kurnia Allah. Dia juga akan merasa yakin bahwa Allah pasti
memberi jalan keluar dari seriap kesulitan yang dihadapinya. Dengan jiwa
tawakkal seorang meyakini bahwa Allah menjadi jaminan bahwa semua urusannya
akan disampaikan oleh Allah.
Namun semua
ketentuan Allah itu tidak bisa dilepaskan dari waktu yang diinginkan oleh
Allah. Karena segala sesuatu di sisi Allah ada ketentuan yang telah digariskan.
Maka tidak ada kewajiban bagi seorang pekerja kecuali terus bekerja hingga datang waktu menerima
upah atau pahala. Dan tidak ada
kewajiban dari orang yang berdo’a kecuali terud berdo’a hingga ia mendapatkan
apa yang diinginkannya, dan tidak boleh mengatakan aku telah berdo’a dan berdo’a namun tidak
pernah dikabulkan. Sebaliknya ia harus merasa tenteram bahwa dia telah
berdo’a dan bersabar menunggu sesuatu
yang akan diberikan oleh Allah kepadanya,
dan merasa tenang dengan Kemuliaan, kepemurahan, keluasan rahmat dan
kesempurnaan kekuasaan-Nya, dan tidak pernah mengingkari janji-janji-Nya.
Allah
mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu yang memiliki zamannya sendiri yang
tidak akan mungkin dilanggar, jika datang waktu yang telah ditentukan bagi
sesuatu maka dia akan berlaku dan tidak mungkin akan dimajukan atau
dimundurkan. Ujian dan cobaan memiliki waktu yang tertentu dan setelah itu ia akan berlalu. Penyakit
hanya dalam hitungan hari dan setelah
itu ia akan tersingkap sebuh. Dan kesedihan itu ada saat-saatnya dan setelah
itu akan muncul kebahagiaan yang menyusulnya.
Oleh karena
itu jangan terburu-buru untuk mendapatkan yang diinginkan dan jangan
tergesa-gesa menyingkirkan sesauatu yang tidak diinginkan, sebab keputusan
tidak berada di tangan anda, melainkan berada di tangan yang telah mengadakan
ketentuan bagi tiap=tiap sesuatu.
Keyakinan akan
adanya ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu, akan benar-benar menjadi hiburan bagi
orang-orang yang dilanda musibah atau bencana karena ia percaya akan adanya
waktu berakhirnya ujian dan cobaan itu. Dan angan-angan untuk hilangnya musibah
sebelumwaktunya adalah suatu tindakan yang mustahil yang hanya berdasarkan
was-was semata. Cara terbaik yang harus dilakukan untuk keluar dari musibah adalah dengan
berdo’a dan berusaha dengan ikhlas, bersabar dan bertakwa, bertawakkal dan
bertobat serta menyerahkan semua perkara kepada yang maha berkuasa untuk
menentukan segala sesuatu.
Pohon-pohon
tidak akan mendatangkan buah sebelum waktunya, matahari tidak akan terbit
sebelum waktunya. Seorang bayi tidak akan lahir ke dunia sebelum waktunya. Semuanya telah ditentukan oleh Allah yang maha menentukan. Yang ilmu-Nya meliputi
segala sesuatu. Naha suci Dia yang di tangan-Nya berada kekuasaan segala
sesuatu dan kep-ada=Nyalah segala sesuatu akan dikembalikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar