Sabtu, 29 April 2017

KARUNIA KELEBIHAN ADALAH UJIAN

QS. QS. 6; al-An’am ayat 165

Cinta dan kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya begitu dahsyat,terus menerus tanpa henti,  tak pernah hilang  dan tak pernah melemah intensitasnya. Dia  yang maha rahmaan  dengan cinta dan kasihnya yang begitu dalam dan tiada terbatas, yang  maha rahiim  dengan cinta dan kasih-Nya yang tak pernah berakhir dan tiada berubah.

Allah menghendaki agar orang-yang telah dilebihkan-Nya dengan harta, kedudukan, kekuatan dan ilmu pengetahuan agar mau berbagi bukan malah menjadi orang yang kikir dan menyusahkan orang yang membutuhkan apa yang dia punya bahkan meminta imbalan yang besar kepada orang yang butuh kepada dirinya dengan kelebihannya itu.

Seorang yang kaya seharusnya meringankan beban orang yang miskin, bukan malah mempermainkan mereka bahkan dengan harta itu dia merasa berhak memperbudak orang lain yang miskin.
Seorang yang berilmu seharusnya berbagi ilmu dengan orang lain, bukan malah membodohi orang yang bodoh dan membuat syarat-syarat yang berat kepada orang-orang yang membutuhkan ilmunya itu.

Seorang yang berkuasa harus memperlancar dan mempermudah urusan orang banyak, bukan malah menjadikan orang banyak menjadi sasaran empuk dari kekuasaannya, sehigga kekuasaannya itu bergelimang dengan kezaliman,  kecurangan  dan kesewenang-wenangan.

Allah memerintahkan kepada orang-orang yang mempunyai kelebihan atas orang lain agar menganggapnya sebagai karunia dan menggunakannya untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan :” 071. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni`mat Allah?” (QS. 16; an-Nahl ayat 71).

Allah menciptakan manusia dengan karakter dan kelebihan yang berbeda-bada;
Ada yang ketika lahir sudah langsung berada dalam asuhan orang tua yang kaya raya, dan ada yang menjadi kaya karena dimudahkan oleh Allah dengan usahanya menjadi orang kaya.
Ada yang dilebihkan dengan kecerdasan otak dan dipertemukan dengan orang-orang yang berilmu yang akhirnya mengantarkannya menjadi ahli ilmu pengetahuan.
Ada yang dianugerahkan oleh Allah tenaga yang kuat, dan ada pula yang mempunyai daya tahan untuk menghadapi hal-hal yang sulit dan berat.

Apapun yang ditetapkan oleh Allah kepada kita baik itu dalam bentuk kelebihan atau kekurangan, semuanya adalah ujian dari Allah untuk melihat  kejujuran hati kita sebagai hamba yang mengakui bahwa segala sesuatu itu adalah ketetapan, apakah kita termasuk orang yang bersyukur dengan kelebihan yang kita peroleh dan bersabah dalam menghadapi kekurangan yang kita alami. 


Karena itu Allah berfirman yang artinya”“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. 6; al-An’am ayat 165).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar