QS. QS. 6; al-An’am ayat 165
Cinta dan kasih
sayang Allah kepada
makhluk-Nya begitu dahsyat,terus menerus tanpa henti, tak pernah hilang dan tak pernah melemah intensitasnya. Dia yang maha rahmaan dengan cinta dan kasihnya yang begitu dalam
dan tiada terbatas, yang maha rahiim dengan cinta dan kasih-Nya yang tak pernah
berakhir dan tiada berubah.
Allah menghendaki agar
orang-yang telah dilebihkan-Nya dengan harta, kedudukan, kekuatan dan ilmu
pengetahuan agar mau berbagi bukan malah menjadi orang yang kikir dan
menyusahkan orang yang membutuhkan apa yang dia punya bahkan meminta imbalan
yang besar kepada orang yang butuh kepada dirinya dengan kelebihannya itu.
Seorang yang kaya
seharusnya meringankan beban orang yang miskin, bukan malah mempermainkan
mereka bahkan dengan harta itu dia merasa berhak memperbudak orang lain yang
miskin.
Seorang yang berilmu
seharusnya berbagi ilmu dengan orang lain, bukan malah membodohi orang yang
bodoh dan membuat syarat-syarat yang berat kepada orang-orang yang membutuhkan
ilmunya itu.
Seorang yang berkuasa
harus memperlancar dan mempermudah urusan orang banyak, bukan malah menjadikan
orang banyak menjadi sasaran empuk dari kekuasaannya, sehigga kekuasaannya itu
bergelimang dengan kezaliman, kecurangan
dan kesewenang-wenangan.
Allah memerintahkan
kepada orang-orang yang mempunyai kelebihan atas orang lain agar menganggapnya
sebagai karunia dan menggunakannya untuk berbagi dengan orang lain yang
membutuhkan :” 071. Dan Allah melebihkan sebahagian
kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang
dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak
yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka
mengingkari ni`mat Allah?” (QS. 16; an-Nahl ayat 71).
Allah menciptakan manusia dengan karakter dan kelebihan yang berbeda-bada;
Ada yang ketika lahir
sudah langsung berada dalam asuhan orang tua yang kaya raya, dan ada yang
menjadi kaya karena dimudahkan oleh Allah dengan usahanya menjadi orang kaya.
Ada yang dilebihkan
dengan kecerdasan otak dan dipertemukan dengan orang-orang yang berilmu yang
akhirnya mengantarkannya menjadi ahli ilmu pengetahuan.
Ada yang dianugerahkan
oleh Allah tenaga yang kuat, dan ada pula yang mempunyai daya tahan untuk
menghadapi hal-hal yang sulit dan berat.
Apapun yang ditetapkan
oleh Allah kepada kita baik itu dalam bentuk kelebihan atau kekurangan,
semuanya adalah ujian dari Allah untuk melihat
kejujuran hati kita sebagai hamba yang mengakui bahwa segala sesuatu itu
adalah ketetapan, apakah kita termasuk orang yang bersyukur dengan kelebihan
yang kita peroleh dan bersabah dalam menghadapi kekurangan yang kita
alami.
Karena itu Allah
berfirman yang artinya”“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di
bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa
derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya
Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” (QS. 6; al-An’am ayat 165).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar