BEROBAH DENGAN SEMANGAT HIJRAH
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Bangkitlah saudaraku
Berkibarlah panji agamaku
Dan jayalah tanah tumpah darahku
Jangan biarkan ibu pertiwi menangis pilu
Para sekutu budak nafsu sedang berpacu
begitu leluasa menginjak-injak hak asasimu
Bangkitlah saudaraku
Berkibarlah panji agamaku
Dan jayalah tanah tumpah darahku
Jangan biarkan ibu pertiwi menangis pilu
Para sekutu budak nafsu sedang berpacu
begitu leluasa menginjak-injak hak asasimu
Selamat merayakan tahun baru 1437 Hijriyah
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan syurga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.
(Q.S. 9; At-Taubah ayat 20-22)
Nabi Muhammad SAW telah membuktikan bahwa dengan melakukan hijrah yang diniatkan karena Allah semata, Allah telah membukakan kepadanya segala pintu kebaikan dan kesejahteraan serta berada di puncak kemenangan dan kekuasaan yang berlandaskan kejujuran, keadilan dan kebenaran.
Kalau kita mengamati penomena yang terjadi akhir akhir ini, maka tidak dapat dimungkiri lagi bahwa disetiap penjuru kita menemukan berbagai hal yang memprihatinkan yang membuat batin kita menjerit walau tanpa suara, menangis walau tanpa air mata. Betapa tidak, kita selalu disajikan tontonan dari orang orang yang berlomba lomba mengejar kenikmatan materil, tanpa memperdulikan moril, mencari hasil dengan cara usil yang membuat semuanya jadi komersil.
Dalam menghadapi perputaran roda zaman, masih banyak manusia yang terlena dalam perbuatan dosa, kalau kita carmati pembesar bangsa, setiap hari menelan mangsa, anak bangsa yang tak berdosa, tak pilih pusat kota atau pojok desa. Walaupun dosa enak dirasa, disangka madu taunya mengandung bisa, membuat hidup jadi tersiksa, badan jadi binasa, Itulah akibat bagi orang yang mati rasa.
Adalah pada tempatnya kalau dalam pergantian tahun ini kita mencoba mengoreksi diri dengan sejujur-jujurnya apakah bertambahnya usia kita membuat kita menjadi yang lebih baik dari hari kemarin atau malah lebih buruk atau tidak ada perobahan sama sekali.
Hijrah adalah berpindah kepada suasana yang lebih baik dengan meninggalkan segala yang bertentangan dengan kebenaran dan hak-hak asasi manusia. Berpindah dari mengejar keuntungan pribadi menuju kepentingan bersama. Dimana hukum tidak boleh membedakan antara kaya dan miskin atau antara pembesar dan rakyat biasa.
Hijrah adalah berpindah dari mabuk harta dan gila dunia menjadi orang yang menyadari bahwa dunia ini adalah tempat singgah sementara yang pasti akan kita tinggalkan.
Kita baru dinamakan hijrah kalau kita sudah mampu menjauhi segala yang dilarang oleh Allah, kita baru dikatakan mukmin kalau orang lain sudah aman dari gangguan dan kejahatan kita, dan kita baru dikatakan muslim kalau orang lain bisa selamat dari bahaya lidah dan gangguan tangan kita.
Kalau kita mau membuka mata hati kita, sungguh amat banyak, tanda tanda yang diberikan oleh Allah kepada kita agar kita mau berobah, namun kadang-kadang kecintaaan kepada dunia telah membutakan mata kita, dorongan hawa nafsu membuntukan otak kita dan tipuan syetan telah mematikan hati kita.
Kita harus selalu bekerja keras untuk melahirkan generasi pengganti yang dengan kekuatan imannya bersikap adil, jujur dan bertanggung jawab, yang berjiwa Qur’any. Yaitu generasi yang terdidik sejak usia dini untuk mencintai Al-Qur’an, senang belajar Al-Qur’an, rajin menghapal Al-Qur’an, mengerti maksud dan tujuan Al-Qur’an, serta terlatih mengamalkan A-Qur’an.
Kalau kita mengamati penomena yang terjadi akhir akhir ini, maka tidak dapat dimungkiri lagi bahwa disetiap penjuru kita menemukan berbagai hal yang memprihatinkan yang membuat batin kita menjerit walau tanpa suara, menangis walau tanpa air mata. Betapa tidak, kita selalu disajikan tontonan dari orang orang yang berlomba lomba mengejar kenikmatan materil, tanpa memperdulikan moril, mencari hasil dengan cara usil yang membuat semuanya jadi komersil.
Dalam menghadapi perputaran roda zaman, masih banyak manusia yang terlena dalam perbuatan dosa, kalau kita carmati pembesar bangsa, setiap hari menelan mangsa, anak bangsa yang tak berdosa, tak pilih pusat kota atau pojok desa. Walaupun dosa enak dirasa, disangka madu taunya mengandung bisa, membuat hidup jadi tersiksa, badan jadi binasa, Itulah akibat bagi orang yang mati rasa.
Adalah pada tempatnya kalau dalam pergantian tahun ini kita mencoba mengoreksi diri dengan sejujur-jujurnya apakah bertambahnya usia kita membuat kita menjadi yang lebih baik dari hari kemarin atau malah lebih buruk atau tidak ada perobahan sama sekali.
Hijrah adalah berpindah kepada suasana yang lebih baik dengan meninggalkan segala yang bertentangan dengan kebenaran dan hak-hak asasi manusia. Berpindah dari mengejar keuntungan pribadi menuju kepentingan bersama. Dimana hukum tidak boleh membedakan antara kaya dan miskin atau antara pembesar dan rakyat biasa.
Hijrah adalah berpindah dari mabuk harta dan gila dunia menjadi orang yang menyadari bahwa dunia ini adalah tempat singgah sementara yang pasti akan kita tinggalkan.
Kita baru dinamakan hijrah kalau kita sudah mampu menjauhi segala yang dilarang oleh Allah, kita baru dikatakan mukmin kalau orang lain sudah aman dari gangguan dan kejahatan kita, dan kita baru dikatakan muslim kalau orang lain bisa selamat dari bahaya lidah dan gangguan tangan kita.
Kalau kita mau membuka mata hati kita, sungguh amat banyak, tanda tanda yang diberikan oleh Allah kepada kita agar kita mau berobah, namun kadang-kadang kecintaaan kepada dunia telah membutakan mata kita, dorongan hawa nafsu membuntukan otak kita dan tipuan syetan telah mematikan hati kita.
Kita harus selalu bekerja keras untuk melahirkan generasi pengganti yang dengan kekuatan imannya bersikap adil, jujur dan bertanggung jawab, yang berjiwa Qur’any. Yaitu generasi yang terdidik sejak usia dini untuk mencintai Al-Qur’an, senang belajar Al-Qur’an, rajin menghapal Al-Qur’an, mengerti maksud dan tujuan Al-Qur’an, serta terlatih mengamalkan A-Qur’an.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar