Minggu, 11 Oktober 2015

PESONA ULUL ALBAB (7) Q.S.5; Al-Maaidah ayat100

PESONA ULUL ALBAB (Bagian VII / tujuh)

ALHAMDULILLAH AKUPUN TERGUGAH

Katakanlah tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai Ulul Albab, agar kalian beruntung. (Q.S.5; Al-Maaidah ayat100)
Menurut Tafsir Ibnu Katsir di dalam tafsirnya bahwa sesuatu yang halal dan bermanfaat walaupun jumlahnya sedikit adalah lebih baik dari yang haram dan berbahaya , apalagi jumlah yang membahayakan itu banyak.
Alangkah luar biasanya seorang Ulul Albab yang menjaga jiwa taqwanya, yang di dalam hatinya ada furqan yang tidak pernah ragu untuk memisahkan antara yang baik dan buruk(Q.S. 5:100), antara yang benar dengan salah (Q.S. 2:42), antara yang buta mata hatinya dan yang bisa melihat kebenaran (Q.S.35:19), antara kegelapan dan Cahaya (Q.S. 35:20), antara Surga dan rindang dan neraka yang panas (Q.S. 35:21), antara air laut yang asin dan air sungai yang tawar (Q.S. 35:12), Antara orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui (Q.S. 39:9) antara calon penghumi sorga dan penghumi neraka (Q.S. 59:20) antara yang membawa kepada redha Allah dan yang menyebabkan kemurkaannya. Dan antara akhlak terpuji dan tercela atau antara perintah Allah dan larangan-Nya.
Ulul Albab adalah orang yang menjadikan iman dan takwa jadi tolak ukur dalam menentukan pilihan. Wanita budak yang beriman dan tidak cantik adalah lebih memikat hatinya dari pada wanita musyrik yang kaya dan cantik dan begitu juga sebaliknya (Q.S. 2; Al-Baqarah 221) sayang dan bencinya karena Allah, berteman dengan sesorang karenah Allah, berpisah dengan seseorang juga karena Allah. Dan alangkah mulianya orang yang seperti itu. 
Sesuatu yang paling dijaga oleh Ulul Albab adalah ucapan yang selalu benar dan makanan yang halal lagi baik. Karena dari makanan itulah yang akan menjadi darah daging kita, darah daging yang bersumber dari makanan yang haram akan menyebabkan kecendrungan prilaku buruk yang pada akhirnya membawa ke neraka.
Ketahanan mental untuk bertahan memakan yang halal dari badan yang tumbuh dan berkembang dalam ketundukan kepada perintah Allah, bukan tidak mungkin akan mambawa kita kepada orang yang diistimewakan oleh Allah rezkinya, Sebagaimana Maryam ibu nabi Isa yang disiapkan oleh Allah rezkinya di mihrab tempat dia beribadah, bahkan ketika dia akan melahirkan dibawah sebatang pohonpun Allah menyediakan pelayanan rezki secara khusus. Begitu juga Ummat Nabi Musa ketika berada di Padang Tih (pengungsian) Allah turunkan makanan manna dan salwa setiap hari untuk mereka (Q.S. 2. Al-Baqarah ayat 57). Bahkan ummat nabi Isa pun pernah dilayani secara khusus dengan hidangan (nakanan siap saji) yang diturunkan dari langit (Q.S. 5; Al-Maaidah ayat 115)
Yaa Allah Yaa Qaabidh (Yang maha Menyempitkan / Menahan rezki) 
Yaa Allah Yaa Baasith (Yang Maha Melapangkan rezki)
Yaa Allah Yaa Khaafidh (Yang mara Merendahkan derajat)
Yaa Allah Yaa Raafi’ (Yang Maha Meninggikan derajat)
Yaa Allah Yaa Mu’iiz (Yang maha memuliakan) 
Yaa Allah Yaa Mudzill (Yang maha Menghinakan)
Dalam genggaman-Mu berada segala kebaikan dan Engkau Maha berkuasa atas segala sesuatu. Kami bermohon agar Engkau memasukkan kami ketempat masuk yang baik. Dan mengeluarkan kami ketempat keluar yang baik. Serta memberikan kepada kami ilmu dan kekuatan yang dapat menolong hidup kami.
Bukakanlah mata hati kami untuk melihat yang benar adalah benar , mudahkan kami menjalankannya. Dan bukakan pula nurani kami untuk melihat yang salah tetap salah, kuatkan kami untuk menjauhinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar