Kamis, 08 Oktober 2015

OBJEK PENDIDIKAN ( PESERTA DIDIK)

TAFSIR AYAT AYAT PENDIDIKAN ( Bagian IV /empat )
OBJEK PENDIDIKAN ( PESERTA DIDIK)
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Disamping sebagai subyek pendidikan maka, manusia juga adalah juga menjadi objek pendidikan. Setelah selesai melaksanakan kewajiban menuntut ilmu dari berbagai sumber, maka manusia juga penya kewajiban untuk mengajarkan ilmunya kepada objek-objek yang telah ditetapkan oleh Allah, agar manusia itu bisa mencapai derajat yang tinggi sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah SWT.
Dalam pendidikan Islam, objek pendidikan itu adalah murid atau peserta didik, yang dikenal dengan istilah tilmidz , thalib, atau muta’allim, ia adalah anak yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun psikologis, dimana pertumbuhan dan perkembangan tersebut harus sesuai dengan karakteristiknya, sehingga dapat mengantarkan peserta didik tersebut menjadi manusia yang matang baik secara fisik maupun psikologis. Atau dengan kata lain peserta didik itu adalah orang yang tengah menuntut ilmu, baik pada lembaga pendikian formal, maupun melalui lembaga non formal, sehingga ia bisa memperoleh ilmu pengetahuan, pengalaman dan kepribadian yang baik sebagai bekal untuk hidup mandiri dan bisa berbahagia baik di dunia maupun di akhirat.

Objek utama dan paling utama dari pendidikan itu adalah meningkatkan kemampuan diri sendiri dan orang-orang yang diamanahkan oleh Allah kepada kita yaitu keluarga. Maka Allah berfirman dalam surat 66; at-Tahriim ayat 6 yang artinya:”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”
Ayat ini mewajibkan setiap orang yang beriman untuk menjadikan dirinya dan keluarganya untuk menjadi manusia yang berkwalitas melalui jalur pendidikan, sehingga manusia itu akan terhindar dari kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan yang akhirnya menyebabkan manusia terhina dalam kehidupan dunia dan di akhirat menjadi penghuni neraka.

Agar peserta didik mendapat keridhaan Allah dalam nenuntut ilmu, maka dia harus diarahkan untuk membersihkan hatinya sebelum menuntut ilmu, memiliki kemauan yang kuat dalam mencari dan menuntut ilmu di bebagai tempat, ikhlas dan sabar dalam menghadapi cobaan yang datang, dan menghormati guru untuk mendapatkan kerelaan dari sang guru.

Setelah diri dan keluarga maka objek pandidikan berikutnya adalah karib kerabat. Allah berfirman dalam surat 26; asy-Syu’araa’ ayat 214 yang artinya:’Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” Melaluai ayat ini Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad SAW untuk mengajak orang beriman kepada Allah, dimulai selangkah demi selangkah dari keluarga dekatnya sebagai langkah strategis untuk menghapus keraguan dan menghilangkan ancaman ancaman terhadap dakwahnya, karena mereka adalah orang-orang yang telah dikenal dengan baik.

Setelah karib kerabat maka objek pendidikan menjadi lebih luas lagi yaitu kepada satu kaum, Allah berfirman dalam surat 9; at-Taubah ayat 122 yang artinya:”Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” Ayat ini menegaskan bahwa dalam kondisi perangpun tidak semuanya harus pergi berperang, tetapi harus ada beberapa orang dari setiap kelompok dalam satu kaum, yang ditugaskan untuk memperdalam agama, dimana setelah mereka kembali dari memperdalam agama mereka bertanggung jawab untuk mendidik kaum tersebut sehingga kaum itu menjadi kaum yang bisa menjaga diri dari bahaya kebodohan dan dapat menjadi kaum yang lebih baik karena di dalam kaum itu terjadi proses belajar dan mengajar secara berkesenambungan.

Secara luas maka objek pendikkan itu meliputi seluruh manusia, Allah berfirman dalam surat 4; an-Nisaa’ ayat 170:”Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Ayat ini memrintahkan agar Islam sebagai agama yang mementingkan pendidikan harus disampaikan kepada seluruh manusia, tapa kecuali, dimanapun manusia itu berada, terlepas apakah mereka mau menerima atau tidak. Kewajiban kita hanya menyampaikan, sedangkan resiko dari penolakan terhadap pendidikan Islamy itu akan ditanggung oleh yang menolak itu sendiri, karena penolakan itu akan mereka pertanggung jawabkan dihadapan Allah nanti di hari perhitungan. Kewajiban kita hanya menyampaikannya sebagai suatu kebenaran yang datang dari Allah SWT.

Semoga kita termasuk orang yang mempunyai ilmu, dan tidak mau menyembunyikan ilmu itu, dengan mengajarkannya kepada siapa saja. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga, kemudian semakin meluas kepada karib kerabat dan kaum dan akhirnya menyebar kepada seluruh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar