PESONA ULUL ALBAB (Bagian III / tiga)
SELALU BERZIKIR DAN BERPIKIR
TIDAK ADA CIPTAAN ALLAH YANG SIA-SIA
Sesunggauhnya dalam penciptaan langit dan bumi, juga silih bergantinya malam dan siang, sungguh terdapat banyak sekali tanda-tanda bagi Ulul Albab. yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri, dudul dan berbaring. Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata:”Duhai Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. Maka peliharalah kami dari siksa api neraka. (Q,S.3 Ali Imraan ayat 190-191)
LUAR BIASA ! Kata Ulul Albab dalam ayat ini mengisyaratkan kepada orang-orang yang seluruh aktifitas kehidupannya, baik ketika berdiri, duduk,dan berbaring selalu bernuansa zikir dan tafakkur, apa yang Nampak biasa saja bagi orang lain, bagi mereka adalah penuh dengan makna. Apa yang menjadi rutinitas bagi orang lain, bagi mereka adalah penuh arti.
Seorang Ulul Albab akan selalu berkata kepada benda apapun yang menjadi ciptaan Allah ada guna dan manfaatnya. Tidak ada ciptaan Allah yang percuma dan sia-sia.
Seorang Ulul Albab akan selalu memadukan zikir dan fikirnya, yang menghasilkan kesimpulan bahwa pergantian siang dan malam menyampaikan pesan ke-Maha Kuasaan Allah yang Maha Mengatur dengan sebaik-baik pengaturan.
Zikir dan pikirnya Ulul Albab melahirkan rasa yang menggetarkan hatinya, mengalir pada aliran darahnya, merasuk sampai ketulang sumsumnya. Menjadi gelora iman yang menggerakkan otot dan tulangnya untuk menjadi mashlahat bagi seluruh manusia.
Rasulullah SAW sampai bercucuran air mata ketika menerima ayat ini dari Malaikat jibril karena kedahsyatan ayat ini menggugah manusia agar menjadi Ulul Albab yang hasil renungannya terhadap ciptaan Allah adalah pengakuan yang tulus untuk mengikuti seruan seruan keimananan, dimana dalam menjalani keimanan itu diawali dengan permohonan yang sungguh-sungguh agar semua dosa yang terlanjur pernah dilakukan, diampuni oleh Allah dan setiap kesalahan yang pernah dibuat dihapuskan. Kemudian hidup diisi dengan menebarkan kebajikan sehingga kematiannya tercatat bersama orang yang baik-baik
Pada tahap berikutnya Ulul Albab adalah orang yang yakin betul terhadap janji-janji Allah dan menunggu dengan tabah dan shabar kedatangan janji-jianji itu Karena Allah tidak akan pernah melanggar janii janjinya ( karena Allah tidak pernah sama dengan para pejabat dan pemimpin yang sangat hobby mengingkari janji).
Ulul Albab adalah orang-orang yang meyakini bahwa setiap munajatnya kepada Allah dalam bentuk do’a dikabulkan oleh Allah. Allah tidak akan pernah mengabaikan sekecil apapun kebaikan yang kita lalukan tanpa membedakan laki-laki ayau perempun, baik dilakukan sendiri atau bersama-sama. Walaupun iman itu menuntutnya untuk hijrah, atau jihad sekalipun dan bahkan disakiti atau kehilangan harta dan nyawa. Itu adalah dinamika iman. Sesuatu yang tak mungkin dipisahkan dari Ulul Albab yang melandaskan hidup pada iman.
MASYA-ALLAH semoga Allah mengetuk pintu hati kita, lalu menyentuhnya, membelai dan membimbingnya menjadi salah seorang dari Ulul Albab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar