TAFSIR AYAT AYAT BERNUANSA PENDIDIKAN ( Bagian I / Satu )
KEWAJIBAN BELAJAR DAN MENGAJAR
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Salah satu kemuliaan Islam dan ummat Islam adalah meletakkan kewajiban belajar dan mengajar sebagai pilar utama kemajuan dan jalan menuju kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Mau bahagia di dunia harus dengan ilmu, mau bahagia di akhirat harus dengan ilmu mau bahagia dunia dan akhirat harus dengan ilmu. Sehingga nabi menegaskan bahwa menuntut ilmu itu adalah merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah; bahwa tuntut ilmu itu tidak ada batas nya bahkan ke negeri cinapun kita harus menuntut ilmu.
Hal ini dibuktikan dengan bahwa ayat yang pertama sekali diturunkan kepada Nabi Muhammad dari Alqur’an adalah kewajiban membaca (belajar) yang harus dimulai dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan manusia dari segumpal darah, dengan membaca berdasarkan bahwa Tuhan-Mu adalah Tuhan yang maha pemurah yang siap mencerdaskan para penuntut ilmu untuk bisa mengetahui apa apa yang belum diketahuinya. Makanya Allah berfirman dalam surat 96; al-“alaq ayat 1-5 yang artinya:”
001. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, 002. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 003. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, 004. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. 005. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Setelah manusia mengenal dirinya dengan baik mala Allah memerintahkan manusia untuk mempelajari alam ciptaan Allah yang meliputi langit dan bumi yang diciptatakn dengan sangat terastur sehingga tidak mungkin ditemukan kejanggalan atau sesuatu yang tidak seimbang . walaupun manusia sudah berulang untuk menemukan yang tidak seimbang, seperti firman Allah dalam surat 67; al-Mulk ayat 3 dan 4 yang artinya:” 003. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? 004. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.”
Lalu Allah mempertanyakan kepada manusia dalam surat 88; al –Ghaasyiyahayat 17 sampai 20 yang artinya:” 017. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, 018. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? 019. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? 020. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?”
Dengan mempelajari kejadian langit dan bumi dan pergantian siang maka lahirlah para ulul Albab; memiliki kedalaman pemahaman. Dalam diri mereka bersenyawa ilmu sejati, Dalam jiwa mereka bersemayam Khazanah suci, Maka dari lisan mereka hikmah tumpah ruah, Maka dalam perbuatan mereka teladan bersinar-sinar, Ulul Albab adalah sebutan indah untuk para pemikul pengetahuan hakiki. Allah berfirman dalam surat 3; Ali imran ayat 190 dan 191 yang artinya:” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Setelah ilmu dipelajari maka Islam memerintahkan kepada setiap muslim untuk mengajarkan ilmu yang telah di dapat walaupun ilmu itu hanya satu ayat; bahwa muslim yang paling baik adalah muslim yang mau belajar dan mengajarkan ilmunya, bahwa Allah berjanji akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu bahwa Allah memrintahkan bahwa dalam kondisi sesulit apapun, bahkan dalam perang sekalipun harus ada sekelompok orang dari setiap golongan (kaum/qabilah) untuk pergi menuntut ilmu, sesuai dengan perintah Allah dalam QS. 9 ; at-Taubah ayat 122: yang artinya:” 122. Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
Semoga kita adalah termasuk diantara manusia-manusia terbaik dari hamba-hamba Allah yang tidak pernah berhenti belajar dan mengajar. Karena nabi menyuruh kita untuk menuntut ilmu sejak dari ayunan sampai ke liang lahat. Dan mengancam orang orang yang menyembunikan ilmunya dengan kekangan di mulutnya dengan kekang yang terbuat dari api neraka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar