10 PINTU MASUK SYETAN YANG MENYEBABKAN
GANGGUAN KEJIWAAN (BAGIAN 9 / SEMBILAN )
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
8. PINTU KEDELAPAN, KIKIR
Karena terlalu kikir ada orang yang tidak makan ayam kecuali dengan dua sebab, pertama karena dia sakit pengen makan ayam, atau kedua karena ayamnya yang sakit, takut ayamnya mati lalu disemblih untuk dimakan.
Kikir adalah penyakit yang merusak hati manusia, dimana dia tidak hanya kikir terhadap orang lain, bahkan dia kikir terhadap dirinya sendiri. Karena terlalu mencintai harta, tidak jarang orang menahan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena takut hartanya berkurang, ia enggan untuk membantu orang lain walaupun ia sebenarnya mampu untuk melakukannya.
Lemahnya keimanan terhadap Allah membuat orang merasa bahwa Allahlah sebenarnya yang menentukan bertambah atau berkurangnya harta kita, harta kita tidak akan berkurang disebabkan karena membantu orang lain, bahkan sebaliknya harta itu akan bertambah disebabkan kemurahan hati dan kelapangan dada untuk berbagi kepada sesama, karena Allah telah menetapkan bahwa di setiap rezki yang dikaruniakan Allah, ada titipan Allah melalui kita untuk berbagi kepada sesama.
Syetan akan masuk kedalam hati manusia melalui pintu kikir dengan membisikkan rasa takut miskin, dan berusaha menumpuk-numpuk harta dan menghitung-hitungnya setiap hari agar bertambah dan bertambah. Padahal tanpa disadari apa bila kita tiba-tiba meninggal dunia tidak satu senpun harta yang kita miliki itu yang bisa kita bawa, atau dapat kita gunakan untuk menolak kematian atau menghilangkan penyakit, karena sejatinya harta itu tidak bisa menjamin panjangnya umur atau kebalnya seseorang dari serangan penyakit.
Semoga kita termasuk orang yang meyakini bahwa kikir itu tidak baik untuk dipelihara, tetapi kikir itu adalah sifat buruk yang harus dijauhi karena ia akan merusak keharmonisan hidup bermasyarakat yang satu sama lain pasti saling membutuhkan, sekaya apapun seseorang dia tidak akan bisa hidup sendiri dan pasti memerlukan bantuan banyak orang dalam memenuhi kebutuhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar