Minggu, 11 Oktober 2015

PESONA ULUL ALBAB (10) Q.S. 39 Az-Zumar ayat 8-9

PESONA ULUL ALBAB (Bagian X / sepuluh)

INILAH PERMATA YANG KUCARI SELAMA INI

Dan apa bila manusia ditimpa bencana, dia memohon pertolongan kepada Tuhannya dengan kembali (ta’at) kepada-Nya; Tetapi apabila Allah telah memberikan nikmat kepadanya dia lupa kepada bencana yang pernah menimpanya yang karena bencana itu dia Berdo’a kepada Allah sebelumnya dan menjadikan sekutu-sekutu / tandingan-tandingan bagi Allah untuk menyesatkan manusia dari jalan-Nya. Katakanlah, “Bersenang-senanglah kamu dengan keingkaranmu untuk sementara waktu. Sungguh kamu termasuk penghuni neraka. (Apakah orang yang seperti itu lebih beruntung ) ataukah orang yang beribadah pada malam hari dengan melakukan sujud dan berdiri (Shalat) karena takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?. Katakanlah. Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”. Sesungguhnya hanya Ulul Albab yang dapat menerima pelajaran. (Q.S. 39 Az-Zumar ayat 8-9)
Melalui dua ayat ini Allah membocorkan rahasia watak dasar manusia yang selalu resah dan dan gelisah dalam menyikapi perputaran roda zaman, galau dan mudah terombang ambing oleh liku liku kehidupan karena hidup tanpa pedoman iman yang mendatangkan rasa aman. Ketika susah dan menderita menangis tersedu sedu mencari bantuan, memelas-melas mohon dikasihani, tapi setelah lepas dari kesulitan dan tercapai yang dia inginkan dia lupa diri, bukan berterima kasih kepada Yang memberinya malah menjauhi, menyakiti dan dan mengadu domba karena tak tahu balas budi, dan tak sudi berbagi. Orang orang yang seperti itu tidak akan pernah bertahan lama, sebentar saja hartanya habis dia akan dijauhi orang, begitu pangkatnya tanggal, dia akan kesepian dan tidak lagi akan dihomati orang.
Bandingkan mereka dengan orang-orang yang selalu rendah diri, dan taat beribadah kepada Allah, bahkan pada malam hari tak pernah letih sujud dan berdiri dihadapan Sang Pencipta karena takut kepada siksa Allah sekali gus karena mengharap rahmat dan kasih sayang Allah yang maha luas, maha indah dan maha berkah. Jangankan mengurus manusia yang hidup dibumi yang amat kecil dibandingkan dengan jagad Raya. Seluruh alam ini berada dalam genggamannya. Tertata rapi dengan sebaik-baiknya. Cobalah cari satu saja yang tidak teratur dari seluruh alam ciptaan-Nya kita tidak akan mungkin pernah menemukan cacad walaupun dilakukan berulang-ulang penelitian sampai capek dan letih satu cacadpun tidak akan pernah ditemukan. Dan betapa banyak orang yang telah mencoba melakukannya, sebahagian besar kembali berbalik arah dengan pengakuan terhadap kebesaran Allah dan menjadi orang yang tulus ikhlas menyerahkan dan menundukkan diri kepada-Nya.
Apa kata kunci yang membedakan keduanya? Disini Allah membuka rahasianya. Yang satu mempunyai pengetahuan dan yang satu lagi tidak mempunyai pengetahuan, yang satu mengerti kebenaran dan yang satu lagi tidak mengerti kebenaran. Yang satu pengetahuannya menyelamatkan orang bodoh yang satu lagi pengetahuannya membodohi orang, yang satu pintar dan yang satu lagi licik. Makanya Allah bertanya:”Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang tidak mengetahui?”. Sesungguhnya hanya Ulul Albab yang dapat menerima pelajaran. 
Siapa itu Ulul Albab. Ulul Albab adalah orang yang otaknya masih bersih, pikirannya masih jernih dan belum terkontaminasi, yang otaknya tidak mau dijajah oleh kepentingan pribadi dan golongan. Yang otaknya tidak mau disandra oleh leinginan hawa nafsunya, yang otaknya tidak mau diperbudak oleh keindahan dunia. Yang otaknya tidak mau diintimidasi oleh pangkat dan jabatan, yang otaknya tidak mau terperangkap jebakan syetan ataupun manusia bertopeng syetan, yang otaknya hanya punya pilihan antara belajar, mendengar atau mengajari dengan benar dan siap menanggung resiko untuk dibenci atau disenangi, dihina atau dipuji, diajak atau dikucilkan. 
Yaa Allah yaa ‘Aliim (yang maha mengetahui), Ya Hakiim (yang Maha Bijaksana) Yaa Quduus (yang Maha Suci) yaa Haqq (Yanf maha benar) Engkau memuliakan manusia dari segala makhluk-Mu karena akalnya, sehingga karena kelebihan akal itu Engkau perintahkan seluruh Malaikat Sujud kepada Adam. Angkatlah derajat kami dengan menjaga kejernihan akal pikiran kami agar kami selalu berada dijalur yang benar. Jangan biarkan pikiran kami dirasuki oleh Syetan yang tidak mau sujud kepada Adam sehingga ilmu pengetahuan yang kami miliki menjadi penyebab petaka yang akan menimpa ummat manusia yang hobbinya meronggong kebenaran, merusak peradaban dan menumpahkan darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar