10 PINTU MASUK SYETAN YANG MENYEBABKAN
GANGGUAN KEJIWAAN (BAGIAN 10 / SEPULUH )
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
9. PINTU KESEMBILAN, SOMBONG.
Allah membenci orang kaya yang sombong, dan sangat benci kepada orang yang miskin tapi sombong.
Sifat sombong adalah sifat tercela yang sangat merusak ketenangan jiwa, sifat ini tidak pantas dipakai oleh seorang hamba Allah karena sifat ini hanyalah pakaian yang hanya berhak dipakai oleh Allah karena hanya Dia yang maha Kaya, maha Kuat, maha Terpuji, dan sebagai satu-satunya Pemilik seisi alam termasuk kita yang tidak diciptakan kecuali untuk menghamba kepada-Nya.
Sifat sombong adalah merasa diri hebat dan menganggap orang lain rendah, karena Allah memberikan salah satu karunianya kepada kita yang melebihi dari yang diberikannya kepada orang lain, seperti lebih kaya, lebih tinggi pangkatnya, lebih tampan atau cantik, lebih mulia keturunannya dan lain. Sementara tidak ada satupun dari semua itu yang kekal berada pada seseorang, bahkan termasuk sipemilik kelebihan itu atau siapapun orangnya. Pada waktu lahir kedunia tidak membawa apa-apa, dan pada waktu meninggal dunia juka tidak membawa apa-apa, termasuk harta dan pangkat.
Syetan akan masuk kedalam hati manusia melalui pintu sombong dengan membisikkan agar kita merasa hebat dengan kelebihan yang kita miliki, semakin banyak yang kita raih akan semakin tinggi rasa sombong itu. Bahkan banyak sekali kita menyaksikan dalam sejarah para raja yang didatangi oleh para nabi yang karena kekuasaannya sudah sangat kuat, berani mengakui dirinya sebagai Tuhan, dimana tidak ada haknya sedikitpun untuk mengeluarkan pernyataan yang seperti itu, tetapi karena godaan syetan dia menyatakan dengan lantang bahwa dia adalah Tuhan, dan rakyatnya dengan terpaksa harus mengakuinya karena takut akan kekejamannya. Tidak jarang kita temui orang kaya yang merasa tidak layak untuk bergaul dengan orang miskin. Dan kalaupun mereka mendekatinya hanya karena ada maksud tertentu untuk sesaat saja.
Seorang hamba yang baik hendaklah berusaha sekuat tenaga melawan bisikan-bisikan yang menjerumuskan manusia melalui harta, jabatan dan kemuliaan yang lain dengan menanamkan sikap rendah hati karena semua itu tidak abadi, diiringi dengan rasa syukur sehingga karunia itu membawa berkah, dan dengan menyalurkannya kepada hal-hal yang bermanfaat kepada masyarakat sehingga kita menjadi orang yang dicintai, hidup dengan tenang dan damai, bukan menjadi orang yang sombong yang selalu dibenci dan dikucilkan oleh masyarakatnya. Kalaupun ada orang yang berusaha mendekati orang yang sombong hanyalah para penipu dan penjilat yang berhati busuk yang akan menguras apa-apa yang dimiliki sisombong itu.
Banyak sekali kita temukan orang sombong yang akhirnya stress dan strook, ketika harta dan pangkat yang dibanggakannya selama ini telah meninggalkannya atau terpisah dari dirinya. Na’uuzhu billaahi min zhaalik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar