Rabu, 14 Oktober 2015

LAPANGNYA DADA KARENA HIDAYAH Q.S. 93; Adh-Dhuhaa dan 94; Asy-Syarh

LAPANGNYA DADA KARENA HIDAYAH

Q.S 93; adh-Dhuhaa
001. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,
002. dan demi malam apabila telah sunyi,
003. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, 
004. dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. 
005. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.
006. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu.
007. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
008. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
009. Adapun terhadap anak yatim maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
010. Dan terhadap orang yang minta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.
011. Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).

Q.S. 94; asy-Syarh / Al-Insyiraah
001. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
002. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
003. yang memberatkan punggungmu?
004. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. 
005. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
006. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
007. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, 
008. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Bersyukurlah bila dada telah dilapangkan untuk menerima Islam sebagai jalan hidup untuk meraih kebahagiaan yang sejati, karena sejak lama Allah telah meringankan beban berat yang membebabani punggung kita. 

Bukankah kita adalah orang yang tersesat kalau tanpa petunjuk-Nya,
Bukankan kita lahir telanjang sekarang kita punya pakaian.
Bukankah kita terlahir miskin sekarang kita sudah berharta. 
Bukankah Dia telah meninggikan derajat  kita senagai makhluk yang paling mulia
Semua itu tidak terlepas dari kemurahan dan kasih sayang Allah kepada kita walaupun terkadang kita masih bergelimang dengan dosa dosa.
Owlh karena itu jangan berhenti nebuat kebajikan karena Allah senantiasa berbuat baik kepada kita. andaipun ditemukan kesulitan pasti dibaliknya ada kemudahan. Lalu syukurilah berbagai karunia yang telah kita terima dan berbagilah dengan anak yatim dan fakir miskin, tetapi jangan sampai kita menganggap remeh dan menghardik mereka hanya karena kita telah memberi.

Ya Allah.hati ini selalu rindu hidayah-Mu. Bimbinglah kami dengan kasih dan sayang-Mu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar