Minggu, 11 Oktober 2015

Surat 114; An-Naas (3) 10 PINTU MASUK SYETAN YANG MENYEBABKAN GANGGUAN KEJIWAAN

10 PINTU MASUK SYETAN YANG MENYEBABKAN 
GANGGUAN KEJIWAAN (BAGIAN 3 / TIGA )
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
2. PINTU KEDUA KEHIDUPAN DUNIA
Manusia yang kurang teguh imannya akan mudah sekali tertipu oleh kehidupan dunia yang menjajikan kemenangan, kemewahan dan kedudukan yang membanggakan, angan-angan yang terus meningkat dan berkembang akan membuat manusia melambung tinggi ke angkasa. Apabila jiwa terlena akan menjadi pintu masuk syetan yang berusaha menyelinap ke dalam dada manusia meniupkan bermacam-macam khayalan yang bisa mengakibatkan manusia terperosok kerena mengikuti bisikan dan rayuan syetan tersebut.
Manusia akan selamat dari jebakan syetan apa bila ia mampu melawan godaan itu dan menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, sedangkan kehidupan yang abadi itu hanyalah kehidupan di akhirat nanti, kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu bagikan fatamorgana, kehidupan dunia itu sesungguhnya hanyalah permainan dan senda gurau belaka. 
Kalalu tidak harta dan pangkat yang meninggalkan kita, maka kelak kitalah yang akan meninggalkannya ketika maut telah mendatangi kita, dan itu semua tanpa sepengetahuan kita karena maut itu datamg dengan tiba-tiba, tanpa memberi tahu lebih dahulu. Maut itu akan menyebabkan kita harus meninggalkan segala kenikmatan dan kemewahan dunia, tanpa memberi kesempatan kepada kita untuk membawa serta segala yang kita miliki ketika kita hidup. Pada saat itulah manusia betul betul akan merasa tertipu oleh kehidupan dunia yang sangat singkat terasa setelah kita melewatinya.
Untuk melawan bisikan syetan yang memperdaya kita kepada kehidupan dunia , maka kita harus memperkuat keimanan sesuai dengan petunjuk Allah bahwa kehidupan dunia ini adalah tempat kita untuk mencari bekal yang akan kita butuhkan di akhirat, bahwa dunia adalah tempat singgah sementara dan tujuan akhir kita adalah kampung akhirat. Semenjak dunia ada belum satupun ada manusia yang abadi selamanya didalamnya melainkan semuanya akhirnya meninggalkan dunia ini karena begitulah yang telah ditetapkan oleh Allah. Kebahagian hidup di dunia tidak bisa ditentukan dengan banyaknya harta atau tingginya kedudukan, tetapi dia lebih ditentukan oleh suasana hati yang bisa mensikapi kehidupan dunia secara benar, karena kebahagian itu tidak bersumber dari luar diri manusia, malainkan dari dalam hati manusia yang mengikuti bimbingan dan hidayah Allah. 
Semoga kita termasuk orang yang mempunyai keyakinan yang kuat dalam menjalani kehidupan di dunia ini dan termasuk orang yang berhasil menutup pintu bagi syetan untuk menyesatkan manusia melalu kehidupan dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar