Kamis, 08 Oktober 2015

SUBYEK PENDIDIKAN ( PENDIDIK)

TAFSIR AYAT AYAT BERNUANSA PENDIDIKAN ( Bagian III / tiga )
SUBYEK PENDIDIKAN ( PENDIDIK)
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
Subyek Pendidikan atau pendidik adalah orang yang betanggung jawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Atau dapat juga dikatakan sebagai orang yang bertanggung jawab member bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya dan mampu melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi , sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang sanggup berdiri sendiri
Di dalam Islam, Pendidik sering disebut dengan istilah murabbi, mu’allim atau muaddib. Ia tidak saja bertugas mentransfer ilmu tetapi juga dituntut untuk dapat melakukan pewarisan nilai-nilai Islam menjadi kepribadian mereka dengan pembinaan akhlak dan ketaatan. Seorang pendidik harus mampu memposisikan dirinya diantara perserta didiknya peranan orang tua yang senantiasa membimbing putra putrinya menjadi orang yang lebih baik dari dirinya. Ia juga harus senantiasa meningkatkan kualitas iman dan amalnya, menperdalam ilmu dan menjadi panutan bagi anak didiknya, sekali gus harus mampu memimpin dan membimbing anak didiknya ke jalan Allah.
Pendidik sejati itu adalah Allah SWT sebagai sumber dari segala sumber, yang lautan ilmu-Nya tiada batasnya. Dialah sumber inspirasi setiap pendidik yang mengutus para nabi dan rasul serta menurunkan kitab-kitab suci sebagai sumber ilmu dan pedoman hidup setiap manusia untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Ia berfirman dalam Al-Quran surat 55; AR-Rahmaan ayat 1-4: yang artinya:”(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur'an. Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara.”
Dialah yang mengajari Nabi Adam AS semua pengetahuan tentang benda benda yang ada di ala mini, Dia pula yang mengajarkan kepada para nabi dan rasul-Nya kebenaran yang akan disampaikan kepada ummatnya, Dia pula yang mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya. Sebagaimana firman-Nya dalam surat 96; al-“alaq ayat 4-5 yang artinya:” Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Sebagai pendidik kedua sesudah Allah SWT adalah malaikat Jibril yang sengaja ditugaskan oleh Allah untuk membawa ilmu dalam bentuk wahyu kepada manusia terutama kepada para nabi dan Rasul-Nya, Allah berfirman dalam Surat 53; an-Najm ayat 3-6 yang artinya:”Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.”
Para Nabi dan Rasul serta orang orang yang berilmu pengetahuan adalah pendidik yang akan mencerahkan masa depan manusia dan anak didik , karena itu Allah memerintahkan kita untuk mengikuti ajaran mereka dan menanyakan hal-hal yang tidak kita ketahui kepada mereka. Begitu juga Kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah adalah guru besar kebenaran yang membawa kepada kesejahteraan lahir dan batin. Allah berfirman dalam surat 16; an-Nahl ayat 43-44:
Artinya:”Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, keterangan-keterangan (mu`jizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur'an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,”
Pendidik berikutnya adalah ahli hikmah, yaitu orang-orang bijak yang mempunyai pengalaman dan mata hati yang jernih yang dilebihkan oleh Allah kemampuan mereka dari manusia biasa Seperti Lukmanul hakim yang diberi oleh Allah Hikmah. Dan Khidir yang dijadikan oleh Nabi Musa sebagai guru hikmahnya yang bisa mengetaui peristiwa-peristiwa tersembunyi dibalik peristiwa-peristiwa yang nyata, seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an Surat 18; al-Kahfi ayat 66Yang artinya:”Musa berkata kepada Khidir: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"
Yang tidak kalah pentingnya adalah Alam semesta ciptaan Allah adalah guru yang banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan dengan penelitian dan pengalaman-pengalaman yang dilaluinya dalam memberdayakan Allam.
Semoga kita menjadi orang yang 066. Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" tidak pernah berhenti belajar sepanjang hayat dikandung badan. Dan semoga ilmu-ilmu yang telah kita dapatkan dapat mengantarkan kita untuk lebih mengenal Pencipta kita yang juga pencipta seluruh alam. Dan menempatkan kita sebagai khalifatullahi fil-ardh yang senantiasa menjaga keseimbangan alam demi kelangsunganhidup kita dan anak cucu kita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar