Minggu, 11 Oktober 2015

Surat 114; An-Naas (6) 10 PINTU MASUK SYETAN YANG MENYEBABKAN GANGGUAN KEJIWAAN

10 PINTU MASUK SYETAN YANG MENYEBABKAN 
GANGGUAN KEJIWAAN (BAGIAN 6 / ENAM )
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
5. PINTU KELIMA, MEMANDANG ENTENG ORANG LAIN
Belum tentu orang yang menghina lebih baik dari orang yang dihinanya, karena setiap manusia dimuliakan dengan bintang kecemerlangan yang berbeda.
Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan bermacam-macam sikap dan perangai manusia terhadap orang lain, ada yang bersikap wajar dan baik dan ada pula yang cendrung memandang enteng bahkan menghina orang lain, tetapi ada pula yang merasa dirinya kurang dan merasa takut kepada orang lain.
Orang yang merasa dirinya kurang biasanya menutup kekurangannya dengan mencari kelemahan orang lain, perasaan rendah dirinya akan berkurang dengan menempatkan dirinya lebih baik dari orang yang dihinanya. Di sinilah syetan menemukan pintu masuk ke dalam hati orang tersebut dengan membujuk dan mendorongnya untuk mencari kekurangan orang lain untuk dihina dan direndahkannya, dan tidak jarang yang dihina dan direndahkannya itu adalah teman atau saudaranya sendiri.
Orang yang beriman hendaknya menutup pintu masuk syetan yang mendorong untuk mencari-cari kekurangan orang lain, dengan menyadari hak dan kewajiban sesama hamba Allah yang telah ditetapkan sebagai saudara, dan Allah memerintahkan untuk memperbaiki persaudaran. Dan Allah sangat membenci orang-orang yang memutuskan tali persaudaraan. Bahwa sesama muslim ada kewajiban untuk menjaga kehormatan, harta dan darahnya. Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa, bukanlah orang yang demi kemuliaannya tega merendahkan dan menghina orang lain. Untuk mengikat erat tali persaudaraan Allah melarang untuk mencari-cari kesalahan orang lain dan melarang kita untuk menghina dan mengolok-olok bahkan tidak boleh berburuk sangka.
Semoga kita termasuk orang-orang yang menjadi mulia karena ketaqwaan, bukan menjadi orang yang merasa mulia kerana sudah berhasil merendahkan dan menghina orang lain, karena bisa saja orang yang kita hina itu jauh lebih baik dari kita yang menghinanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar