MASIH ADAKAH SAHABAT
Yang belas kasihnya menghangatkan hati
Yang sapaan akrabnya melipur lara
Yang uluran tangannya mengobat luka
Yang tatapan matanya melapangkan dada
Yang senyum manisnya menghembuskan kesejukan
Yang tawa rianya melegakan rasa
Yang tutur katanya menerangi sukma
yang selalu berbagi suka dan duka
Yang tak hentinya menebar kasih pada sesama
Yang menjadi sahabat hati dunia akhirat
010. Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
011. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
012. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
013. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Nabi kita Muhammad SAW memberikan gelar SAHABAT sebagai gelar kehormatan kepada orang orang yang berteman dengannya, dan menerima ajakannya untuk menjalani hidup di lapis lapis keberkahan, dengan menghidupkan rasa cinta dan kasih sayang karena Allah. Menghidupkan hati yang mati dan membeku, menerangi jiwa yang gelap, menenangkan hati yang galau, memacu semangat berjuang dan rela berkorban untuk sahabat.
Sahabat Nabi terdiri dari aneka warna kulit, beragam suku dan bahasa, mewakili berbagai status social. Tapi mereka bisa menyatu dengan jiwa penuh mesra dalam pergaulan, satu kata dan satu langkah, satu dalam tujuan yang mengacu kepada kebenaran yang diturunkan oleh Allah yang Maha Esa. Mereka nikmati bersama sama Indahnya hidup dijalan hidayah menuju keridhaan-Nya.
Alangkah indahnya persahabatan yang tak terhalang oleh laut dan samudra
tak terdinding oleh gunung Fujiama dan Himalaya
kita bisa bercanda ria tanpa bertemu dan tatap muka di dunia maya
rasa hati berpadu tanpa membedakan pangkat dan tahta
Aneka warna kulit bahasa dan budaya menjadi satu
indah bagai pelangi di musim semi
dan hatipun jadi berbunga bunga
Teman dan sahabat yang dengan penuh kasih dan cinta
menaburkan nasehat-nasehat berharga
yang terinspirasi dari Al-Qur’an dan Sunnah,
terasa begitu indah dan menyejukkan
Bagaikan Permata dan mutiara berharga
Menenangkan pikiran dan menghanyutkan perasaan
Menghilangkan dahaga jiwa dan meneguhkan pikaran
Sahabat! akan selalu memberi semangat agar tegar dalam berjuang
dan selalu fokus pada tujuan hidup yang haqiqi
Semakin berat ujian yang dihadapi,
tentu akan semakin tinggi tingkat pencapaian kita, apa bila kita bisa meloloskan diri
Tali persahabatan bisa menguat dan melemah, serta bukan tidak mungkin akan putus dan emmisahkan orang yang pernah hidup dengan kasih dan sayang. Untuk menjaga tali silatur-rahim agar tetap langgeng maka Allah membimbing kita agar menjauhi sifat-sifat negatif yang merusak persahabatan, seperti bom waktu yang memporak porandakan masyarakat atau bagaikan penyakit kanker ganas yang merusak organ tubuh manusia. Penyakit penyakit tersebut diungkap oleh Allah melalui firmannya yang indah di dalam surat 49; al-Hujuraat ayat 11 dan 12; penyakit-=penyakit tersebut adalah:
- todak boleh menghina, meremahkan atau memperoleok-olokkan orang lain
- tidak boleh saling mencela
- tidak boleh memberikan gelaran yang tidak baik
- tidak boleh berprasangka
- tidak boleh mencari-cari kesalahan orang lain
- tidak boleh bergunjing ayau menebarkan gossip
Semoga kita mampu menjadi sahabat-sahabat yang bisa mencontoh dan meneladani Nabi kita tercinta Muhammad SAW dalam menyambungkan tali persahabatan. Menjadi sahabat sejati yang membuat hidup menjadi lebih hidup. menjadi sahabat yang selalu menebarkan senyum, menyapa dengan santun dan memasyarakat salam sebagai do'a agar selamat dan selalu mendapat berkah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar