Minggu, 11 Oktober 2015

PESONA ULUL ALBAB (11) Q.S. 13; Ar-Ra’d ayat 19

PESONA ULUL ALBAB (Bagian XI / sebelas)

SAATNYA MENYENTUH HATI
SUBHANALLAH GURUH DAN PETIR PUN BERTASBIH
Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya Ulul Albab yang dapat mengambil pelajaran. (Q.S. 13; Ar-Ra’d ayat 19)
Kata buta didalam Al-qur’an tidak selalu berarti orang yang buta matanya,tetapi ada yang diartikan dengan orang yang buta mata hatinya dalam melihat kebenaran. Seperti yang digambarkan oleh Allah dalam surat 20; Thaahaa ayat 124-126) bahwa Orang yang berpaling dari peringatan Allah akan mendapatkan kehidupan sulit (tidak bahagia) dan akan dibangkit diakhirat dalam keadaan buta matanya, lalu orang tersebut bertanya kenapa kami dibangkitkan dalam keadaan buta sedangkan kami dahulu di dunia tidak buta. Maka Allah menjawab karena engkau di dunia tidak mau melihat ayat ayat Kami yang datang kepadamu maka pada hari ini kamu menjadi buta dan dilupakan.
Surat Thaaha adalah surat yang membuka mata hati shahabat nabi, Umar bin Khattab masuk Islam ketika hatinya terbuka untuk menyuruh adiknya untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepadanya, padahal pada waktu ia sudah berbulat tekat mencari nabi dengan pedang terhunus untuk dibunuhnya, tetapi hatinya berobah setelah mendengar awal surat Thaahaa yang menyatakan bahwa Al-Qur’an yang disampaikan oleh Muhammad itu bukan untuk melukai hati, tetapi pelajaran bagi orang di dalam hatinya masih ada rasa takut kepada Tuhan Pencipta Langit dan bumi, yang bersemayam di ‘Arasy, dan diapun berbalik arah untuk menyatakan keislamannya kepada nabi Muhammad. Dan mengumandangkan dengan lantang bahwa sejak saat itu ia adalah pembela kebenaran. Walaupun sebelumnya dia adalah penentang Nabi yang sangat ditakuti.
Kita kembali kepada surat yang menjadi pokok pembicaraan kita yaitu surat Ar-Ra’d, bahwa orang yang buta hatinya tidak sama dengan orang orang yang mengetahui bahwa ayat-ayat Al-Qur’an adalah kebenaran yang diturunkan oleh Allah, bukan ciptaan manusia. Karena kitab itu datang dari Penciptanya maka dia dengan senang hati memenuhi panggilan Tuhannya itu. Tidak seperti yang lain yang menyeru dan berserah diri kepada selain Allah yang tidak mungkin mendatangkan manfaat atau mudharat sedikitpun juga, dimana Allah mengibaratkan orang-orang yang meminta kepada selain Allah itu ibarat orang yang memgembangkan telapak tangannya ke dalam air dengan maksud membawa iar ke mulutnya, namun air itu tidak akan sampai kebibirnya karena telapak tangannya dikembangkannya. (Q.S. 13; Ar-Ra’d: 14)
Orang orang yang melihat kebenaran maka kebenaran itu akan membimbingnya menjadi orang yang setia kepada janjinya dengan Allah. Karena sebelum roh ditiupkan ke dalam tubuh setiap manusia, roh itu sudah bersumpah untuk mengakui Allah sebagai Tuhannya, seorang muslim yang baru lahir ke dunia akan diperdengarkan kepadanya seruan azan dan iqamat yang di dalamnya terdapat dua kalimat syahadat. Ketika kita dikhitan dan menikah kita diminta pula untuk membaca dua kalimat syahadat itu. dan sebelum orang meninggal dunia akan diminta untuk membaca kalimat Laa ilaaha illalah, kalau dia dapat membacanya berarti dia akan masuk sorga.
Setelah tali yang menghubungkan dirinya dengan Penciptanya kuat, janji sesama manusiapun dipenuhi dengan kejujuran dan kesetiaan, selalu menghubungkan silaturrahim, dan tekun mencari ridha Allah. Jalan itu dilaluinya dengan penuh ketabahan sehingga diapun tekun shalat dan senang menolong antar sesama. Tentu saja orang yang seperti ini akan menutup usianya dengan indah. (Q.S. 13; Ar-Ra’d: 20-23)
Surat Ar-Ra’d adalah surat yang berarti Guruh. Dimana dalam ayat 13 Allah memberitahukan kepada kita bahwa Guruhpun bertasbih memuji Tuhannya bersama para malaikat-Nya. Dan Dia Mengirimkan petir untuk menimpa siapa yang dikehendaki-Nya (dalam sebab turun ayat ini diceritakan bahwa ketika itu petir tersebut ditimpakan Allah kepada seorang pembesar yang menantang utusan Nabi, ketika dia diajak masuk Islam). Sedangkan dalam ayat 11 Allah menyatakan bahwa Dia menyiapkan malaikat malaikat penjaga (Malaikat Hafadzah) yang akan menlindungi mereka yang diredhai-Nya dari depan dan belakang. Dan Nasib suatu kaum tidak akan pernah berobah, kalau mereka tidak berusaha untuk merobahnya dengan ketundukan dan kepatuhan kepada Penguasa dan Pemilik langit dan bumi beserta isinya. 
Yaa Allah Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam (yang Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan) Yaa Jaliil (yang Maha Luhur) Yaa Jabbaar (yang Maha Kuasa) Yaa Qahhaar (yang Maha Perkasa)
lapangkan hati kami untuk menerima Islam sebagai jalan hidup kami. Bukalah mata hati kami untuk melihat kebenaran. Sehingga jiwa kami menjadi tenang dan tenteram. Jangan Engkau biarkan kami berlarut larut dalam dosa dan kesesatan kami, yang menyebabkan barin kami menderita, jiwa kami menjerit dan mengeluh, dan hati kami kacau dan galau. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar