10 PINTU MASUK SYETAN YANG MENYEBABKAN
GANGGUAN KEJIWAAN (BAGIAN 8 / DELAPAN )
الـسـلا م عـلـيـكـم ورحـمـة الله وبركا تـه
7. PINTU KETUJUH, RIYA
Betapa tertipunya orang yang riya. Merasa terhormat dengan kebaikannya,
padahal di sisi Allah dia tidak mendapatkan apa-apa
Riya berarti suka memamerkan kelebihan atau keunggulan yang dimilikinya kepada orang lain, misalnya jika seseorang melakukan sesuatu yang baik terhadap orang banyak, maka ia suka menceritakannya dangan cara yang menimbulkan kekaguman orang lain dan pujian dari orang banyak. Orang yang ria melakukan kebaikan karena ingin dipuji, apa bila ia dipuji ditambahnya kebaikannya itu,tetapi apa bila orang lupa memujinya dia kecewa, seolah-olah merasa orang lain tidak mengetahui perbuatan baiknya, dan akhirnya hilang keikhlasannya dalam berbuat baik. Walaupun kebaikannya banyak maka dia tidak akan mendapatkan pahala dari kebaikannya itu karena Allah hanya akan membalasi pahala kepada orang orang yang ikhlas karena Allah, bukan karena ingin dilihat atau didengar orang lain apalagi karena ingin dipuji oleh orang lain.
Sikap mental yang seperti ini adalah pintu masuk syetan ke dalam hati, lalu syetan akan mengipas-ngipas rasa bangga terhadap diri sendiri, dan melupakan bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah berasal dari karunia Allah. Sikap riya termasuk syirik yang tersembunyi yang mendorong manusia menjadi sombong, sedangkan orang yang sombong, sekecil apapun kesombongannya tidak berhak untuk mencium bau sorga, apa lagi memasukinya.
Riya adalah penyakit gangguan jiwa yang berbahaya yang harus dijauhi dengan menanamkan sikap ikhlas di dalam hati, dan sedapat mungkin menyembunyikan kebaikan kita agar tidak diketahui oleh orang lain kecuali dengan tujuan pembelajaran dalam rangka berlomba-lomba untuk kebaikan, diiringi dengan sikap rendah hati dan selalu bertawakkal kepada Allah. Sikap ini akan menutup rapat pintu masuk syetan untuk menggoda manusia dan menghancurkan jerat-jerat yang dibuatnya untuk memperdaya manusia.
Semoga kita mampu mampertahankan keikhlasan kita dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah dan terjauh dari sikap riya yang berbahaya dan menghilangkan ketentraman jiwa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar